Menjangkau Kampung, Merawat Generasi: Ikhtiar Pokja 4 PKK Mimika Menenun Keluarga Sehat dan Berkualitas
TIMIKA, papuamctv.com –
Keluarga adalah fondasi utama pembangunan sebuah daerah. Di balik megahnya
pembangunan fisik Kabupaten Mimika, terdapat misi kemanusiaan yang senantiasa
bergerak sunyi namun berdampak nyata di lini paling bawah: kampung-kampung dan
distrik. Misi inilah yang kini tengah dinakhodai oleh Ny. Alice Irene Wanma,
SKM., M.Kes., selaku Ketua Bidang Pokja 4 Tim Penggerak Pemberdayaan
Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika.
Melalui pendekatan yang humanis
dan berbasis kearifan lokal, Pokja 4 PKK Mimika di tahun 2026 ini memantapkan
langkahnya lewat tiga pilar program strategis: Kesehatan, Kelestarian
Lingkungan Hidup, dan Perencanaan Sehat.
"Tugas Pokja 4 ini memang
sangat berat, tetapi ketika kita lakukan bersama dan saling belajar, tidak ada
yang mustahil. Tujuan akhir kita adalah memastikan masyarakat Mimika sehat dan
siap menyongsong masa depan yang lebih baik," ungkap Ny. Alice Irene Wanma
optimis.
Dalam ranah kesehatan, fokus
utama Pokja 4 tertuju pada sebuah program nasional yang krusial: penanganan
stunting. Perempuan yang akrab disapa Ibu Alice ini meluruskan stigma masa lalu
dengan pendekatan medis yang edukatif.
Dahulu, masyarakat mengenal
istilah gizi buruk dengan manifestasi klinis seperti Marasmus (anak
kurus kering akibat komplikasi penyakit atau murni kurang gizi) dan Kwashiorkor
(anak kurus dengan ciri khas rambut memerah/kekuningan). Kini, seluruh
indikator tersebut dikemas secara ilmiah melalui pengukuran antropometri yang
presisi guna mendeteksi stunting.
Senjata utama melawan stunting
adalah Posyandu. Berpegang pada filosofi "dari masyarakat, oleh
masyarakat, dan untuk masyarakat", Pokja 4 di bawah arahan Ketua dan
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Mimika berkomitmen penuh melakukan revitalisasi
Posyandu di seluruh distrik dan kampung. Melalui survei mahasiswa dan
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), titik-titik dengan populasi ibu hamil dan
balita tinggi akan diprioritaskan.
Salah satu bukti nyata komitmen
ini adalah eksistensi Posyandu Kasama (Kasih Sayang Anak). Uniknya,
Posyandu binaan ini terintegrasi langsung dalam satu gedung dengan PAUD Kasih
Amurung. Langkah holistik ini sejalan dengan arah baru kebijakan nasional,
yaitu Integrasi Layanan Primer (ILP).
Dengan ILP, pelayanan kesehatan
tidak lagi terkotak-kotak. Siklus hidup manusia dikawal secara berkesinambungan
melalui satu sistem yang terintegrasi, mulai dari pelayanan:
- Ibu hamil dan melahirkan
- Bayi dan balita
- Usia remaja dan dewasa
- Hingga pelayanan lansia
Tantangan baru muncul seiring
perubahan sistem pelayanan, dari sistem 5 meja berkembang menjadi 7 meja
(ditambah layanan TB dan Malaria), hingga kini menyasar pelatihan kader untuk
menguasai 25 kompetensi dasar. Meski adaptasi sistem baru ini
membutuhkan waktu 1-2 tahun untuk berjalan optimal di Papua, PKK Mimika tidak
tinggal diam.
Salah satu inovasi kedepan yang
didorong oleh Pokja 4 adalah Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal. Ibu Iwen
menekankan bahwa sehat tidak harus mahal. Tubuh manusia pada dasarnya hanya
membutuhkan tiga zat utama:
- Zat Tenaga: Bersumber dari kekayaan alam
lokal seperti sagu, keladi (talas), agar-agar, maupun nasi.
- Zat Pembangun: Bersumber dari protein
seperti ikan segar, telur, dan daging.
- Zat Pengatur: Bersumber dari sayur-sayuran
dan buah-buahan.
Melalui edukasi ini, masyarakat
di kampung-kampung didorong memanfaatkan pekarangan dan kebun mereka untuk
menanam kebutuhan "Tiga Zat Utama" ini secara mandiri, demi menjamin
gizi keluarga yang berkualitas.
Kesehatan keluarga tidak dapat
dipisahkan dari kesehatan lingkungannya. Menyadari hal tersebut, pada pilar
kedua, Pokja 4 TP PKK Mimika mengambil peran sebagai akselerator dan mitra
strategis bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab
Mimika.
Pada tahun anggaran 2026, Pokja 4
memfokuskan program kerjanya pada penguatan infrastruktur sanitasi dasar dan
penghijauan. Langkah konkret yang siap digulirkan meliputi pembuatan bak-bak
sampah di permukiman warga serta kolaborasi aktif dalam aksi penanaman
pohon. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemukiman
yang bersih, asri, dan bebas dari sumber penyakit.
Pilar ketiga, Perencanaan Sehat,
menyentuh isu sensitif namun krusial di Papua: Keluarga Berencana (KB). Secara
sosiologis, sebagian masyarakat Papua kerap kali enggan menerima program KB
secara penuh karena melihat bentang alam Papua yang masih sangat luas, sehingga
beranggapan pembatasan jumlah anak tidak diperlukan.
PKK Mimika hadir dengan narasi
baru yang lebih persuasif dan kontekstual. Pokja 4 tidak melarang masyarakat
Papua untuk memiliki banyak anak, melainkan mengedukasi pentingnya jarak
interval kehamilan (spacing) berkisar antara 2 hingga 3 tahun.
Edukasi ini bertujuan untuk
mengikis fenomena "G3" (Gendong, Hamil, Gandeng), sebuah
kondisi di mana seorang ibu memikul beban fisik berlebih karena jarak anak yang
terlalu rapat.
[ Jarak Kehamilan Rapat (G3) ]
──> Ibu kelelahan, kurang waktu merawat diri & suami
──> Risiko
anak kurang perhatian & stunting meningkat
VS
[ Jarak Ideal (2-3 Tahun) ] ──> Ibu memiliki waktu pemulihan fisik
& mental
──> Tumbuh
kembang tiap anak terkawal optimal
"Biar tidak cantik, yang
penting rawat diri. Kita jaga anak-anak dengan baik sejak dalam kandungan
hingga melahirkan dan membesarkannya. Cukup fokus besarkan anak dengan kualitas
terbaik, jangan sampai pertumbuhan mereka terlambat karena kurang perhatian,"
pesan Ibu Alice menyentuh esensi keibuan.
Di akhir narasinya, Ny. Alice
Irene Wanma menitipkan pesan mendalam bagi seluruh ibu di Kabupaten Mimika.
Peran ibu di dalam rumah tangga adalah jangkar utama utama yang mengatur roda
kehidupan keluarga, terutama ketika para suami sibuk bekerja.
Menariknya, berkaca dari evaluasi
Lomba Balita Sehat yang sering diadakan, nilai tertinggi tidak melulu lahir
dari ibu dengan latar belakang pendidikan tinggi. Banyak ibu di kampung yang
hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) atau bahkan tidak bersekolah, namun mampu
membesarkan anak yang sangat sehat dan cerdas karena memiliki komitmen serta
pengetahuan yang baik dalam merawat anak.
"Ini adalah doa dan harapan
setiap ibu. Mungkin kita orang tuanya tidak sekolah tinggi, tetapi anak-anak
kita harus sekolah dan menjadi orang yang sukses di masa depan. Dari pola asuh
yang sehat di dalam rumah hari ini, kelak akan lahir Bupati, Wakil Bupati, atau
Kepala Distrik Mimika di masa depan," pungkasnya penuh haru.
Melalui tiga pilar yang kokoh,
Pokja 4 TP PKK Kabupaten Mimika terus menenun harapan, memastikan setiap anak
Mimika tumbuh sehat, tegak, dan siap memimpin tanah kelahirannya.























