Menata Rumah, Mengisi Piring: Ikhtiar TP-PKK Mimika Wujudkan "Rumahku Surgaku" di Tepian Mimika Barat Jauh



TIMIKA — Bagi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika, ketahanan sebuah daerah tidak dimulai dari gedung-gedung pemerintah yang megah, melainkan dari apa yang tersaji di atas piring makan dan bagaimana suasana di dalam ruang keluarga.

 

Pesan mendalam ini menjadi fondasi utama saat Ketua Bidang Pokja III TP-PKK Kabupaten Mimika, Ny. Tuty Sriyani Kaliky, SE, memaparkan secara gamblang tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Pokja III dalam kunjungan kerjanya ke Distrik Mimika Barat Jauh baru-baru ini. Di hadapan para kader yang baru dilantik dan aparat distrik, ia menegaskan bahwa Pokja III mengemban misi vital yang menyentuh urat nadi kebutuhan dasar manusia: Pangan, Sandang, serta Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga.

 

Dalam penjelasannya, Ny. Tuty menekankan bahwa program pangan bukan sekadar tentang kenyang, melainkan tentang bagaimana sebuah keluarga mampu berdaulat secara berkelanjutan. Langkah paling konkret dan mudah dimulai dari sejengkal tanah di sekitar tempat tinggal.

 

"Bagaimana kita meningkatkan ketahanan pangan keluarga dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan rumah masing-masing untuk ditanami tanaman produktif. Mulai dari sayur-sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), buah-buahan, hingga bunga untuk mempercantik rumah," urai Ny. Tuty.

 

Lebih jauh, ia mengajak para ibu rumah tangga untuk jeli dalam mengelola menu harian berbasis B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Menu keluarga tidak boleh didominasi oleh karbohidrat semata, tetapi harus kaya akan pemenuhan mineral dan protein yang seimbang.

 

Menariknya, TP-PKK Mimika membawa misi khusus lewat Pohon Kelor, yang kini menjadi program nasional Pokja III Provinsi Papua Tengah, serta gerakan menanam cabai nasional. Kelor dipilih karena daya tumbuh yang tinggi dan kandungan nutrisinya yang luar biasa untuk memerangi stunting pada anak sekaligus menjaga kesehatan orang dewasa.

 

Sebagai wujud nyata, sebanyak 100 batang bibit kelor, 100 bibit cabai, dan 100 bibit pohon jeruk diserahkan secara simbolis untuk dimanfaatkan di 5 kampung di Distrik Mimika Barat Jauh. "Kami berharap Pak Kadistrik dapat mengawal agar bantuan ini dirawat dengan baik, sehingga dampaknya terasa dalam jangka panjang bagi masyarakat dan anak-anak kita," tambahnya.

 

Beralih ke program Sandang, Pokja III tidak sekadar bicara tentang pakaian, melainkan edukasi moral dan budaya. Masyarakat diajak untuk berpakaian secara bijak, proporsional, serta menjunjung tinggi etika dan norma yang berlaku di masyarakat lokal.

Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah program Bank Sandang. Melalui program ini, TP-PKK mengumpulkan pakaian layak pakai dari berbagai dinas/instansi untuk disortir dan disalurkan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan saat kunjungan kerja.

 

Meski pada kunjungan kali ini kuota pakaian belum bisa dibawa akibat keterbatasan muatan kapal logistik, Ny. Tuty memastikan tidak ada sekat sosial dalam pelayanan mereka.

 

"Kami sempat diwanti-wanti oleh Ibu Sekretaris terkait kapasitas kapal, jadi kali ini belum bisa kami bawa langsung. Namun, jika Pak Kadistrik menyampaikan bahwa masyarakat sangat membutuhkan, kami siap menyiapkan dan mengirimkannya. Tidak ada istilah menganaktirikan wilayah tertentu," tegasnya sembari tersenyum akrab.

 

Program pamungkas dari Pokja III adalah Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga. Di sektor ini, TP-PKK mendobrak stigma bahwa rumah ideal harus selalu terbuat dari beton yang mahal.

 

Bagi PKK, rumah kayu, papan, atau rumah sederhana sekalipun bisa menjadi ruang hidup yang sehat jika dikelola dengan tata ruang yang benar. Jarak antara ruang makan, kamar tidur, hingga sanitasi (kloset) harus diperhatikan dengan cermat demi kenyamanan dan kesehatan penghuninya.

 

"Rumahku adalah surgaku. Jika rumah tertata rapi, bersih, dan nyaman, maka anak-anak akan betah, suami dan istri pun nyaman di rumah. Tidak perlu keluyuran ke mana-mana," tuturnya.

 

Menutup arahannya, Ny. Tuty juga mengingatkan pentingnya peran Ibu sebagai 'manajer keuangan' keluarga. Pengelolaan keuangan domestik yang bijak dan penuh rasa syukur menjadi kunci utama agar kebutuhan pendidikan anak dan kesehatan keluarga tetap terpenuhi, sekecil apa pun pendapatan yang ada.

 

Seluruh rincian program kerja strategis ini nantinya akan dibahas secara lebih mendalam pada Rapat Kerja (Raker) PKK tingkat Kabupaten Mimika yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Melalui integrasi program pangan, sandang, dan papan ini, TP-PKK Mimika optimis mampu melahirkan keluarga-keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera dari pinggiran Nusantara. (HK)

 

Postingan Terbaru