Perkuat Konvergensi Aksi 1 dan Aksi 2, Pemkab Mimika Akselerasi Penurunan Stunting Lewat Advokasi Program Bangga Kencana



TIMIKA, papuamctv.com – Pemerintah Kabupaten Mimika menunjukkan komitmen progresif dalam mencetak generasi emas Papua yang bebas dari tengkes (stunting). Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Pemkab Mimika menggelar Kegiatan Advokasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) pada Selasa, 9 Juni 2026.


Berlokasi di Hotel Horison Ultima Timika, agenda krusial ini difokuskan pada penguatan operasional Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) melalui pelaksanaan Analisis Situasi (Aksi 1) dan Penyusunan Rencana Kegiatan (Aksi 2) Kabupaten Mimika Tahun 2026.


Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Mimika, para Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Mimika, serta Kepala DP3AP2KB Mimika, Johana Anatje Belandina Arwam, S.Pd. Guna memantapkan implementasi kebijakan di lapangan, Pemkab Mimika turut menghadirkan narasumber otoritatif, yakni Tenaga Ahli Percepatan Penurunan Stunting Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI untuk Wilayah Papua, Bese Kuti, ST.


Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa penanganan stunting di Mimika tidak boleh lagi berjalan secara parsial atau sektoral. Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, ia menekankan pentingnya intervensi yang terarah, terpadu, dan konvergen.


"Upaya ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama, sinergi, dan komitmen bersama antara pemerintah daerah, perangkat daerah, tenaga kesehatan, hingga mitra kerja seperti LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat," ujar Emanuel saat membacakan sambutannya yang diawali dengan sapaan hangat khas Papua, "Amolongo, Nimaowitimi, Saipa".


Wabup secara tegas meminta agar kegiatan advokasi ini menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif.


"Saya berharap kegiatan advokasi ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi ruang bersama untuk memperkuat koordinasi, menyamakan pemahaman, membangun komitmen, serta menghasilkan langkah nyata yang dapat ditindaklanjuti," tekannya.


Dalam konteks percepatan penurunan angka stunting, pelaksanaan Aksi 1 dan Aksi 2 dinilai memiliki peran yang sangat strategis sebagai fondasi kebijakan.

  • Aksi 1 (Analisis Situasi): Menjadi pisau analisis untuk memetakan kondisi riil di lapangan. Proses ini mencakup validasi data sasaran, cakupan layanan saat ini, kendala geografis atau sosial, hingga identifikasi faktor determinan penyebab stunting di tiap distrik dan kampung.
  • Aksi 2 (Penyusunan Rencana Kegiatan): Menjadi panduan taktis untuk memastikan alokasi anggaran, program kerja, dan intervensi yang disusun oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) benar-benar responsif dan tepat sasaran menjawab hasil analisis situasi.

Emanuel Kemong juga memberikan catatan khusus mengenai krusialnya akurasi data. Menurutnya, akurasi data adalah instrumen utama keberhasilan program.


"Data yang valid dan terintegrasi menjadi dasar utama pengambilan kebijakan. Tanpa data yang baik, intervensi yang kita lakukan bisa salah sasaran. Karena itu, seluruh perangkat daerah, distrik, puskesmas, kelurahan, hingga kampung wajib memperkuat koordinasi pendataan dan pelaporan," tegasnya.


Stunting, lanjut Wabup, bukan sekadar perkara tinggi fisik anak yang berada di bawah standar usianya. Lebih dari itu, stunting adalah ancaman kronis terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Mimika di masa depan akibat terganggunya perkembangan kognitif, kemampuan belajar, dan produktivitas anak.


Pemkab Mimika menaruh harapan besar agar forum advokasi ini melahirkan rekomendasi yang terukur. Dengan keterlibatan aktif Pokja Advokasi, TPPS, dan seluruh stakeholder terkait, Mimika optimis dapat memetakan solusi komprehensif terkait pemenuhan gizi seimbang, pola asuh, perbaikan sanitasi lingkungan, hingga edukasi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan demi menjamin hak setiap anak Mimika untuk tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi. (TR)

 

Postingan Terbaru