Sentuhan Humanis DWP Mimika di SP 1: Perbaiki Rumah Tak Layak hingga Intervensi Tumbuh Kembang Anak
Pada
27 Jun, 2026
TIMIKA, papuamctv.com - Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mimika melaksanakan aksi sosial kemanusiaan secara terintegrasi di Distrik Wania. Organisasi ini menyalurkan bantuan renovasi rumah layak huni sekaligus menjalankan program pemulihan gizi bagi anak-anak yang terindikasi tengkes (stunting). Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas instruksi Wakil Bupati Mimika selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) agar organisasi kemasyarakatan aktif menjadi orang tua asuh.
Dalam program ini, DWP Mimika mengalokasikan anggaran mandiri sebesar Rp110 juta yang dibagi ke dalam dua fokus utama. Sebesar Rp60 juta digunakan untuk merenovasi total kediaman Ny. Lince Degai di Satuan Pemukiman (SP) 1. Hunian janda prasejahtera tersebut diperbaiki karena sebelumnya tidak layak, tidak memiliki akses air bersih, dan bersanitasi buruk, sehingga menjadi pemicu utama gangguan kesehatan serta stunting pada anaknya.
Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp50 juta dialokasikan untuk membiayai program intervensi gizi intensif selama tiga bulan bagi empat anak di wilayah Distrik Wania. Sasaran program tersebut meliputi satu anak di Kampung Nawaripi, dua anak kembar di kawasan Danau Galilea (SP 1), dan anak dari lince degai.
Guna memastikan keberhasilan program, DWP Mimika bersinergi dengan Puskesmas Wania. Menu makanan pendamping utama disiapkan secara presisi oleh Penanggung Jawab (PJ) Gizi Puskesmas, kemudian diantar dan disuapkan langsung setiap hari oleh Tim Pendamping Keluarga DWP ke rumah masing-masing anak. Baru dua minggu berjalan, program ini menunjukkan progres positif, salah satunya perkembangan anak dari Lince Degai yang kini dilaporkan sudah mulai bisa berjalan.
Di samping pemulihan fisik, DWP Mimika juga menyerahkan paket stimulan berupa sembako, pakaian layak pakai, dan alat dapur. Pengurus DWP menegaskan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di tingkat keluarga, serta mengimbau masyarakat untuk menjaga pemenuhan gizi sejak usia remaja sebagai langkah preventif memutus rantai stunting di masa depan.
Program intervensi oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mimika ini merupakan aksi nyata yang menggabungkan perbaikan gizi dan infrastruktur. Hasil awal yang menunjukkan kemajuan motorik anak dalam dua minggu membuktikan bahwa kolaborasi antara organisasi masyarakat dan tenaga kesehatan sangat efektif dalam mempercepat penurunan angka stunting di daerah.

















