Sinergi Lawan Stunting: Dharma Wanita Mimika Bedah Rumah dan Beri Tali Asih bagi Janda Prasejahtera di Kampung Nawaripi
TIMIKA, papuamctv.com —
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program pemerintah mengentaskan
angka tengkes (stunting), Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP)
Kabupaten Mimika melakukan aksi sosial humanis di kampung nawaripi, Distrik
Wania. Organisasi yang digawangi oleh para istri aparatur sipil negara (ASN)
ini menyerahkan bantuan stimulan pasca-renovasi rumah serta paket kebutuhan
pokok kepada Ny. Lince Degai, seorang janda yang kini harus berjuang sendirian
menghidupi anak-anaknya.
Kunjungan yang berlangsung pada
Sabtu (27/06/2026) ini merupakan kali ketiga yang dilakukan oleh jajaran
pengurus DWP Mimika. Kehadiran mereka dipimpin langsung oleh Ketua DWP
Kabupaten Mimika, Ny. Bernadetha Abraham Kateyau, didampingi Sekretaris
DWP Kabupaten Mimika, Ny. Dewi Karuapi.
Langkah nyata DWP Mimika bermula
dari laporan Puskesmas Wania mengenai adanya anak-anak di wilayah tersebut yang
terindikasi mengalami stunting. Salah satunya adalah Desi Gubay, anak
dari ibu Lince Degai. Menindaklanjuti informasi tersebut, DWP Mimika segera
melakukan peninjauan lapangan yang berujung pada temuan kondisi struktural dan
sanitasi tempat tinggal yang sangat memprihatinkan.
"Saat pertama kali datang,
hati saya sangat sedih. Mama ini harus menggendong bayi ke kebun dan ke pasar
dalam kondisi rumah yang kurang bagus, sementara anak-anaknya sakit semua.
Mereka tinggal di rumah tukang yang tidak layak—makan, minum, dan dapur berada
di satu titik tanpa akses air bersih," ujar Ny. Bernadetha Abraham Kateyau
secara mendalam.
.jpeg)
Ketua DWP Kabupaten Mimika, Ny. Bernadetha Abraham Kateyau, bersama pengurus DWP Mimika saat mengunjungi rumah Lince Degai, Sabtu 27/06/2026. Foto : Titin
Melihat urgensi kesehatan
lingkungan yang berdampak langsung pada tumbuh kembang anak, DWP Mimika
bersepakat melakukan renovasi total. Proses rekonstruksi rumah yang memakan
waktu kurang lebih satu bulan tersebut difokuskan pada penyediaan hunian yang
sehat, higienis, dan harmonis demi mendukung pemulihan gizi sang anak.
Di tengah berjalannya proses
rehabilitasi rumah, kedukaan sempat menyelimuti keluarga tersebut ketika sang
suami—yang dalam kondisi lumpuh—berpulang ke Pangkuan Yang Maha Kuasa.
Pasca-masa berkabung selesai, DWP Mimika memastikan proses serah terima kunci
tetap berjalan lancar agar keluarga kecil ini dapat segera menempati rumah baru
yang telah dilapisi lantai semen permanen (floor).
Sekretaris DWP Kabupaten Mimika,
Ny. Dewi Karuapi, menambahkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari program
intervensi intensif selama tiga bulan terhadap empat anak stunting di
wilayah Distrik Wania. Keempat sasaran tersebut tersebar di beberapa titik,
yaitu satu anak di Kampung Nawaripi, dua anak (kembar) di kawasan SP 1 (Danau
Galilea), serta Desi Gubay yang berada di lokasi renovasi rumah.
"Tadinya sasaran kami tiga
anak, namun setelah Ibu Ketua turun langsung dan melihat ada satu anak lagi
yang terindikasi mengalami kekurangan gizi, kami putuskan untuk menambah kuota
intervensi menjadi empat anak," jelas Ny. Dewi Karuapi.
Dalam pelaksanaannya, DWP Mimika
menerapkan metode door-to-door yang tersistem. Makanan pendamping utama
yang gizinya telah ditakar secara presisi oleh Penanggung Jawab (PJ) Gizi
Puskesmas Wania diantar langsung oleh Tim Pendamping Keluarga dari DWP setiap
hari. Tim ini bertugas menyuapi anak-anak secara langsung guna memantau daya
terima mereka terhadap menu yang disajikan serta memastikan asupan gizi habis
tak bersisa.
Meski program sempat mengalami
jeda singkat karena suasana duka yang juga dialami oleh keluarga PJ Gizi
Puskesmas Wania, intervensi yang baru berjalan selama dua minggu ini telah
menunjukkan mukjizat kecil yang nyata.
"Puji Tuhan, baru dua minggu
pendampingan berjalan, sudah ada perubahan yang sangat signifikan. Adik Desi
yang tadinya kesulitan, sekarang dilaporkan sudah mulai bisa berjalan,"
ungkap Ny. Dewi Karuapi dengan nada penuh syukur.
Lebih lanjut, Ny. Dewi memaparkan
bahwa aksi kemanusiaan ini lahir dari respons cepat DWP setelah menghadiri
rapat koordinasi stunting bersama Bappeda Mimika. Kala itu, Wakil Bupati Mimika
selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mengimbau seluruh
organisasi kemasyarakatan untuk mengambil peran aktif sebagai orang tua asuh.
Guna menyokong instruksi
tersebut, DWP Mimika mengalokasikan anggaran mandiri sebesar Rp110 juta. Dana
tersebut dipecah secara akuntabel ke dalam dua pos utama:
- Rp60 Juta: Dialokasikan penuh untuk
membiayai material bangunan serta upah tukang dalam program renovasi rumah
layak huni bagi keluarga Ibu Lince Degai.
- Rp50 Juta: Dialokasikan untuk operasional
pengelolaan makanan bergizi seimbang bagi keempat anak asuh selama tiga
bulan, serta biaya transportasi bagi tim pendamping lapangan yang bergerak
setiap hari.
Menyikapi isu strategis nasional
ini, Ketua DWP Mimika mengimbau seluruh lapisan masyarakat secara luas untuk
lebih proaktif dalam melakukan pencegahan stunting. Menurutnya, mata
rantai stunting harus diputus bahkan sebelum sebuah keluarga terbentuk.
"Mencegah stunting
itu kuncinya ada pada menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup
sehat, dan mengatur asupan makanan yang bergizi seimbang. Saya mengingatkan,
edukasi kesehatan ini harus dimulai sejak usia remaja agar kualitas kesehatan
anak yang dilahirkan kelak dapat terjamin," tegas Ny. Bernadetha
memaparkan formula preventif.
Keberhasilan program intervensi
asuh anak stunting ini tidak lepas dari sinergi taktis yang dibangun DWP
Mimika bersama jajaran Puskesmas Wania, Distrik Wania, serta Dinas Pemberdayaan
Perempuan. Terkait legalitas lahan hunian Ny. Lince yang sempat menjadi kendala
bagi pemerintah distrik untuk menyalurkan bantuan struktural, DWP berkomitmen
untuk mendampingi pengurusan surat pelepasan tanah agar program bantuan
lanjutan dari pemerintah daerah dapat segera direalisasikan.
Mengakhiri penjelasannya, Ny.
Bernadetha menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada
Pemerintah Kabupaten Mimika, Bupati dan Wakil Bupati khususnya kepada
Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Pembina Utama DWP Mimika yang senantiasa
menyokong jalannya roda organisasi.
"Program yang kami jalankan
hari ini dipelopori oleh jajaran pengurus sekretariat. Ke depan, bidang-bidang
lain di bawah DWP Mimika—mulai dari Bidang Sosial Budaya (Sosbud), Pendidikan,
hingga Ekonomi—juga tengah merancang program kerja strategis masing-masing
untuk terus hadir dan berdampak langsung bagi kemaslahatan masyarakat
Mimika," pungkasnya optimis.
Program intervensi oleh Dharma
Wanita Persatuan Kabupaten Mimika ini merupakan aksi nyata yang menggabungkan
perbaikan gizi dan infrastruktur. Hasil awal yang menunjukkan kemajuan motorik
anak dalam dua minggu membuktikan bahwa kolaborasi antara organisasi masyarakat
dan tenaga kesehatan sangat efektif dalam mempercepat penurunan angka stunting
di daerah. (TR)



















