Tak Sadar Mengandung Bayi Kembar Sungsang, Ibu Hamil di Potowaiburu Terkejut Saat Diperiksa dr. Leonard

 


POTOWAIBURU, papuamctv.com — Kunjungan kerja Kelompok Kerja (Pokja) IV Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika di Puskesmas Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh, Senin (1/6/2026), membawa dampak langsung bagi pelayanan kesehatan masyarakat setempat. Dalam aksi sosial ini, tim medis berhasil menjaring puluhan ibu untuk pemeriksaan kesehatan kandungan.


Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Leonard Pardede, Sp.OG (K), yang ikut serta dalam rombongan, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran perjalanan dan kesempatan melayani masyarakat di wilayah pedalaman Mimika tersebut.


"Pertama sekali terima kasih kepada Yang Maha Kuasa kita tiba di Potowaiburu ini dalam keadaan sehat sejahtera. Semua atas izin Tuhan. Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika serta Bapak dan Ibu Ketua TP PKK yang telah mengizinkan kami ikut melayani di Puskesmas Potowaiburu, Mimika Barat Jauh," ujar dr. Leonard saat diwawancarai usai pemeriksaan.


Dari total 20 warga yang menjalani pemeriksaan kebidanan, dr. Leonard mencatat 19 di antaranya positif hamil, sementara satu orang dinyatakan tidak hamil. Secara umum, ia menyoroti karakteristik fisik para ibu hamil di wilayah tersebut yang cenderung kurus. Selain itu, kebiasaan merokok di kalangan ibu hamil masih menjadi tantangan besar bagi dunia kesehatan setempat.


Untuk mengantisipasi dampak buruk tersebut, edukasi intensif langsung diberikan di lokasi.


"Tadi Ibu Alice, sebagai Koordinator Bidang Kesehatan, sudah melakukan edukasi setelah saya melakukan pemeriksaan kebidanan. Edukasi ini penting mengenai bagaimana mendapatkan kualitas sumber daya manusia yang andal di masa yang akan datang," jelasnya.


Meski secara keseluruhan tidak ditemukan kasus penyakit yang mengancam jiwa, dr. Leonard mengungkapkan satu temuan menarik sekaligus membutuhkan perhatian khusus: seorang ibu hamil tua yang tidak menyadari dirinya tengah mengandung bayi kembar.


"Tidak ada kasus yang serius, cuma ada satu yang kembar. Usia kandungannya sudah memasuki trimester ketiga, sekitar 30 minggu. Menariknya, posisi kedua bayi tersebut sungsang (letak sungsang dua-dua). Ibunya tadi sempat kaget saat diperiksa karena tidak tahu, dan mengaku tidak memiliki riwayat keturunan kembar. Ya, memang itu rezeki yang Tuhan berikan," ungkap dr. Leonard.


Mengingat kondisi bayi kembar dengan posisi sungsang memiliki risiko tinggi saat persalinan, dr. Leonard menyarankan agar sang ibu nantinya melakukan proses melahirkan di Kota Timika demi menjamin keselamatan ibu dan anak.


Beberapa fasilitas kesehatan yang direkomendasikan antara lain RSUD Mimika, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), atau Klinik Herlina. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan administrasi jaminan kesehatan.


"Saya harapkan dia nanti melahirkan di Timika. Tentu ada penjaminan BPJS, ya. Saya harapkan juga penjaminan BPJS-nya aktif, sehingga tidak ada kendala untuk urusan biaya," tegasnya.


Melalui momentum kunjungan kerja TP PKK ini, dr. Leonard menaruh harapan besar akan adanya perubahan perilaku hidup sehat di Distrik Mimika Barat Jauh. Perubahan pola pikir dari kebiasaan merokok menjadi pola hidup sehat—seperti konsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup—menjadi kunci utama melahirkan generasi penerus yang berkualitas.


"Kita harapkan 20 hingga 30 tahun yang akan datang, anak-anak yang hadir nanti adalah generasi emas. Mungkin ada yang menjadi Kepala Kampung, Kepala Distrik, dokter, perawat, atau pegawai negeri yang berkualitas yang muncul dari Potowaiburu," tuturnya optimis.


Menutup wawancara, dokter spesialis senior ini memberikan pesan menyentuh tentang arti pengabdian masyarakat.


"Hidup kita cuma satu kali. Hidup yang satu kali ini, laksanakanlah semua apa yang menjadi kompetensi kita. Karena hidup sekali ini kita menabur kebaikan, maka generasi yang akan kita siapkan di masa depan adalah generasi yang baik, berkualitas, dan sehat," pungkasnya.

 

Postingan Terbaru