Dari Mimika untuk Indonesia: Saat Teknologi dan Kearifan Lokal Papua Menyatu di SD Inpres Timika II

 

TIMIKA — SD Inpres Timika II sukses menggelar Expo dan Gelar Karya Siswa Tahun 2026 pada Selasa (2/6/2026). Memasuki tahun ketiga, pameran bertema "Inovasi Teknologi Berbasis Kearifan Lokal Papua untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Anak" ini menjadi momentum penting peluncuran inovasi teranyar sekolah bertajuk "Karaka". Acara strategis ini dihadiri jajaran pemangku kepentingan dari BRIDA Kabupaten Mimika, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, PT Trakindo Utama, tokoh adat, hingga aparat keamanan.


Pihak manajemen sekolah menegaskan bahwa expo ini merupakan manifestasi nyata dari implementasi Kurikulum Merdeka melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Melalui bimbingan para guru, siswa dilatih berpikir abstrak dan mengubah teori akademis menjadi karya nyata. Di tengah tantangan digitalisasi, para siswa berhasil menyinergikan kemajuan teknologi dengan filosofi lokal yang terbagi dalam dua klaster: teknologi tepat guna/aplikasi digital serta pelestarian pangan dan seni khas Papua. Lingkungan Sekolah Ramah Anak yang bebas perundungan juga diterapkan sebagai prasyarat utama lahirnya kreativitas siswa.


Apresiasi tinggi datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, yang menilai inovasi "Karaka" dan program ramah anak di sekolah ini sangat ideal menjadi percontohan (role model) penguatan karakter di Timika. Dukungan serupa diberikan oleh PT Trakindo Utama yang menilai pameran ini membuka cakrawala baru bagi siswa bahwa kesuksesan masa depan tidak terbatas pada profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS), melainkan pada kemampuan berinovasi.


Sementara itu, Kepala BRIDA Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, memuji lahirnya inovasi ekologis sejak usia dini dalam ajang yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila ini. Salah satu karya yang disoroti adalah pembuatan mahkota dari serabut kelapa sebagai alternatif pengganti bulu burung Cendrawasih atau Kasuari yang dilindungi Peraturan Daerah Khusus (Perdasus). Inovasi ini dinilai berpotensi menggerakkan UMKM sekaligus menjadi solusi pelestarian alam demi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia dari Mimika.


Kegiatan diakhiri dengan peninjauan stan pameran oleh seluruh undangan, didampingi orang tua murid dan, sebagai simbol kuat sinergi lintas sektor dalam mengawal pendidikan di Tanah Papua. (HK)

 

Postingan Terbaru