Dinkes Mimika Gelar Pelatihan Tatalaksana Stunting, Perkuat Kapasitas Tenaga Medis Lewat Praktik Klinis dan Sinergi Lintas Sektor
TIMIKA, papuamctv.com —
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika resmi menggelar Pelatihan Tatalaksana
Stunting bagi Tim Stunting yang diikuti oleh 26 Puskesmas dan 3 rumah sakit
se-Kabupaten Mimika. Kegiatan yang bersumber dari dana APBD 2026 ini dibuka
secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di Ballroom Hotel
Grand Tembaga, Timika, pada Rabu (15/07/2026).
Pelatihan intensif yang
dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu hingga Sabtu mendatang,
diikuti oleh 85 peserta yang terdiri dari dokter, nutrisionis (petugas gizi),
serta perawat atau bidan yang bertugas di Poli Manajemen Terpadu Balita Sakit
(MTBS). Tiga rumah sakit yang dilibatkan dalam sinkronisasi alur rujukan ini
meliputi RSUD Mimika, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), dan Rumah Sakit
Waabanti.
Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan
Kabupaten Mimika, Hasmawati, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi
oleh urgensi penanganan masalah gizi pada balita yang menjadi akar persoalan
stunting demi menyelamatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Mimika di masa
depan. Untuk memastikan standar kompetensi yang tinggi, Dinkes Mimika
menggandeng Diklat Rumah Sakit Anak Darmais/Harapan Kita Jakarta dengan
menghadirkan dua dokter spesialis anak sebagai fasilitator utama.
"Tujuan utamanya adalah
meningkatkan kompetensi petugas medis di garda terdepan, mulai dari deteksi
dini kasus hingga tatalaksana klinis masalah gizi pada balita, ibu hamil, dan
remaja putri. Kami ingin ada keseragaman penanganan dari tingkat Puskesmas
hingga sistem rujukannya ke rumah sakit," ujar Hasmawati saat diwawancarai
di sela-sela kegiatan, Rabu (15/07).
Berbeda dengan pelatihan
konvensional yang didominasi teori, agenda kali ini dirancang komprehensif
dengan memadukan penyampaian materi, bedah studi kasus, dan praktik langsung.
Panitia bahkan mendatangkan langsung sejumlah balita ke lokasi pelatihan agar
peserta dapat mempraktikkan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara
riil.
- Hari Pertama: Menghadirkan 4 balita untuk
praktik pemantauan pertumbuhan dan perkembangan yang benar.
- Hari Terakhir (Sabtu): Menghadirkan 9 balita
dengan masalah gizi untuk memberikan ruang bagi para peserta merumuskan
tatalaksana penanganan klinis yang tepat dan spesifik sesuai kondisi
masing-masing anak.

Dok. Pelatihan Tatalaksana Stunting bagi Tim Stunting yang diikuti oleh 26 Puskesmas dan 3 rumah sakit se-Kabupaten Mimika, Rabu (15/07/2026). Foto :Titin
Selain penguatan kapasitas medis,
Hasmawati membeberkan pesan khusus dari Sekretaris Dinas Kesehatan terkait
pentingnya adopsi praktik baik (good practices) dan kolaborasi lintas
sektor atau "keroyokan" dalam menurunkan angka stunting. Sektor
kesehatan diakui tidak dapat berjalan sendiri karena keterbatasan wewenang
operasional di lapangan.
Dalam arsitektur percepatan
penurunan stunting, kapasitas Dinas Kesehatan hanya mencakup 30 persen
yang bergerak pada intervensi spesifik (pelayanan kesehatan dan medis).
Sementara 70 persen sisanya berada pada intervensi sensitif yang
dikendalikan oleh lintas sektor dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,
seperti penyediaan air bersih, sanitasi, ketahanan pangan, dan edukasi
masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika atas
komitmen penganggaran program ini. Melalui keseragaman tatalaksana medis dan
penguatan intervensi sensitif di lapangan, Pemkab Mimika optimistis dapat
menekan dan mencegah angka stunting secara lebih dini dan terukur. (HK)

















