Satgas MBG Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Dorong Percepatan Operasional SPPG Terkendala Hambatan Teknis



TIMIKA, papuamctv.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2026 di Gedung Kantor Bupati Mimika, Lantai 3, pada Rabu (15/07/2026).

 

Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mimika ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah (Sekda), seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pemangku kepentingan terkait. Agenda strategis ini bertujuan menyamakan persepsi, mengevaluasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta merumuskan langkah percepatan perluasan layanan program prioritas Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut di wilayah Mimika.

 

Realisasi Program dan Kendala Operasional SPPG Hingga Juli 2026, Program MBG di Kabupaten Mimika telah menjangkau 45.345 penerima manfaat, yang terdiri dari 40.798 peserta didik dan 4.547 kelompok sasaran lainnya (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) di Distrik Mimika Baru, Wania, Kuala Kencana, dan Mimika Timur.


Berdasarkan data taktis yang dipaparkan, dari total 20 unit SPPG yang direncanakan di Mimika:

  • 12 SPPG berstatus aktif dan telah beroperasi penuh.
  • 6 SPPG berstatus ditangguhkan (suspend) oleh tim pemantau pusat sejak Maret 2026. Penangguhan dilakukan karena pengelola belum merampungkan sejumlah persyaratan, seperti pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta kelengkapan administrasi standardisasi dapur.
  • 2 SPPG Baru (Dapur Pemda di wilayah Distrik Wania dan Distrik Mimika Baru) progres fisiknya telah mencapai 100%. Namun, operasionalnya masih tertahan menunggu kelengkapan sarana prasarana (sampas) dari pihak kontraktor BGN serta penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari pusat.

Dalam sesi diskusi, Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan bahwa dapur-dapur yang terkena (suspend) sebenarnya telah melakukan pembenahan fasilitas di lapangan. Namun, proses re-aktivasi berjalan lambat akibat adanya transisi kepemimpinan dan pengetatan seleksi administrasi di tingkat internal BGN Pusat.

 

Selain masalah infrastruktur dapur, ia juga menyoroti kendala pemenuhan kebutuhan administrasi berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk validasi kelompok sasaran intervensi gizi.

 

Menanggapi hal tersebut Wakil Bupati Mimika, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga pemenuhan gizi anak melalui evaluasi menyeluruh terhadap unit terdampak. Pemkab Mimika kini mempercepat pemenuhan persyaratan teknis agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat segera beroperasi normal kembali.

 

"Pemenuhan gizi anak-anak adalah prioritas utama. Kami akan mengevaluasi total, mempercepat syarat teknis, dan segera meninjau lapangan untuk memastikan langkah yang diambil tepat sasaran," ujarnya

 

Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemkab Mimika menargetkan Program MBG dapat kembali berjalan optimal demi mendongkrak kualitas gizi anak di kabupaten mimika.

 

Guna mempercepat proses tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika memberikan arahan taktis kepada Satgas untuk segera melakukan integrasi data lintas dinas. Pemerintah daerah menginstruksikan pemanfaatan basis data yang ada pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Sosial, serta Dinas Kesehatan.

 

Rapat koordinasi ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi lintas sektor dan memotong jalur birokrasi yang menghambat teknis operasional. Pemerintah Kabupaten Mimika berharap hasil rakor ini menjadi acuan berkala demi memastikan perluasan cakupan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan transparan, akuntabel, dan merata hingga ke wilayah terluar (3T) sepanjang tahun 2026. (MR)

Postingan Terbaru