Dinkes Mimika Gelontorkan Dana Otsus untuk Transportasi Medis Pedalaman dan Pesisir



TIMIKA, papuamctv,com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika resmi merealisasikan alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) senilai Rp9 miliar untuk memperkuat akses pelayanan kesehatan di wilayah terisolir. Dari total anggaran tersebut, porsi terbesar sebesar Rp7 miliar dialokasikan khusus untuk transportasi udara, sementara Rp2 miliar sisanya difungsikan untuk layanan transportasi perairan.

 

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, S.IP., M.M.Kes., mengungkapkan bahwa anggaran transportasi udara digunakan untuk menjalin kerja sama atau kontrak resmi dengan penyedia jasa penerbangan guna melayani puskesmas-puskesmas di kawasan pegunungan dan pedalaman yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

 

"Puji Tuhan, beberapa minggu lalu kita sudah melewati semua proses, mulai dari review, tayang di sistem, hingga penetapan pemenang tender. Mekanisme dan skema pelayanannya diatur langsung oleh masing-masing puskesmas," ujar Godfried saat diwawancarai di Timika, Kamis (23/7/2026).

 

Godfried menjelaskan bahwa alokasi anggaran Otsus sebesar Rp7 miliar tersebut sebenarnya sudah ditetapkan sejak Januari 2026. Namun, proses pengoperasian maskapai penerbangan baru dapat terealisasi pada akhir Juli 2026 akibat adanya penyesuaian regulasi administrasi.

 

Langkah ini diambil berdasarkan hasil evaluasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan tahun 2025. Menurut Godfried, BPK menegaskan bahwa penggunaan anggaran untuk transportasi medis mendesak harus melalui mekanisme penandatanganan kontrak formal dengan penyedia jasa, bukan melalui skema pembagian dana langsung yang berpotensi menjadi temuan pemeriksaan.

 

"Pengalaman tahun 2025 menjadi pelajaran penting. Meskipun dana sudah ada sejak awal tahun, kami harus memastikan seluruh proses administrasi dan kontrak berjalan sesuai aturan hukum agar tidak timbul temuan dari BPK. Oleh karena itu, penerbangan baru bisa resmi berjalan setelah penandatanganan kontrak selesai di pertengahan tahun ini," jelasnya.

 

Dalam skema kontrak terbaru ini, frekuensi penerbangan ke tiap wilayah pedalaman—seperti Puskesmas Arwanop dan Singa—telah dihitung secara rinci untuk jangka waktu satu tahun. Selain penerbangan terjadwal, Dinkes Mimika juga menyediakan kuota khusus (slot) fleksibel untuk kondisi darurat (lock emergency), termasuk evakuasi medis di wilayah lain seperti Puskesmas Potowai Buru.

 

Realisasi penerbangan perdana menggunakan dana Otsus ini ditandai dengan pengantaran tenaga kesehatan (nakes) ke kawasan pegunungan, serta keberhasilan penanganan evakuasi nakes dari Puskesmas Alama yang sempat tertahan.

 

Sebelumnya, akses penerbangan menuju Alama sempat terhenti total akibat penangguhan operasional oleh sejuta maskapai komersial maupun penerbangan perintis menyusul insiden keamanan beberapa waktu lalu. Dinkes Mimika berkoordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan hingga akhirnya berhasil memberangkatkan armada khusus.

 

"Semua penerbangan sempat menolak terbang ke sana. Namun melalui koordinasi intensif, puji Tuhan kemarin kami berhasil mengevakuasi sembilan orang tenaga kesehatan beserta dua anak balita dari Alama ke Timika dalam kondisi selamat," kata Godfried.

 

Menutup keterangannya, Godfried menyampaikan pesan dan dorongan moral kepada seluruh tenaga medis yang bertugas di garda terdepan, baik di wilayah pesisir maupun pegunungan Mimika.

 

"Kalian adalah pejuang kemanusiaan. Berbesar hati dan berbanggalah karena berada dalam misi mulia ini untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis di daerah terpencil," tutup Godfried.

 

Program transportasi medis yang dibiayai dana Otsus ini merupakan solusi strategis untuk memutus isolasi geografis di Kabupaten Mimika. Meskipun sempat terkendala prosedur administrasi, aktifnya kontrak layanan udara pada pertengahan tahun ini memastikan bahwa nakes di pedalaman mendapatkan dukungan logistik dan keamanan yang diperlukan untuk melayani masyarakat. (HK)

Postingan Terbaru