Harmoni: Ibadah Minggu GKI Marten Luther Timika, "Kebenaran Akan Terungkap" dari Kisah Ratu Ester



TIMIKA, papuamctv.com — Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, Jemaat GKI Marten Luther Timika menggelar Ibadah Kontekstual Etnik Sulawesi Utara pada Minggu ke-4. Klasis Mimika, Ibadah yang berlangsung penuh khidmat dan hangat tersebut dipimpin oleh Pdt. Alinsye Greti Tindatu, S.Th. pada Minggu, 26/07/2026.

 

Mengangkat perenungan firman Tuhan dari Kitab Ester 7:1–10, ibadah kali ini mengusung tema, "Kebenaran Akan Terungkap." Tema ini mengajak seluruh warga jemaat untuk merenungkan kebenaran, keadilan, serta penyertaan dan kedaulatan Allah yang tak pernah beranjak di tengah perjalan hidup manusia, khususnya di atas tanah Papua.

 

dalam khotbahnya, Pdt. Alinsye Greti Tindatu menyampaikan bahwa perikop Ester 7 merupakan babak penentuan dari pergumulan berat yang dihadapi oleh Ratu Ester, Mordekhai, dan bangsa Yahudi. Kisah ini menggambarkan bagaimana kejahatan dan konspirasi yang dirancang oleh Haman—seorang pembesar kerajaan yang angkuh dan berupaya membinasakan bangsa Yahudi—akhirnya tersingkap di hadapan Raja Ahasyweros.

 

"Di permukaan, sering kali kejahatan tampak menang dan orang yang licik hidup dalam kelimpahan. Realita ini kerap kita temui dalam kehidupan sehari-hari, di mana orang yang jujur dan takut akan Tuhan justru harus menderita dan terpojok," ujar Pdt. Alinsye dalam penjelasanya.

 

Namun, ia menegaskan bahwa perjamuan kedua yang digelar oleh Ratu Ester menjadi titik balik yang menentukan. Melalui keberanian yang didasari oleh doa dan puasa, Ester melangkah bukan atas dasar keinginan atau kepintaran pribadi, melainkan tunduk pada waktu dan kedaulatan Tuhan hingga topeng kejahatan Haman berhasil dibongkar.

 

Melalui perenungan ini, jemaat diajak untuk memetik pelajaran iman dan meneladani sikap Ratu Ester dalam kehidupan bermasyarakat, berkeluarga, maupun di tempat kerja:

 

Melayani dengan Motif yang Murni. Menjauhkan diri dari sifat angkuh dan haus kehormatan seperti Haman, sebab segala sesuatu yang tersembunyi pada akhirnya akan diuji oleh Tuhan.

 

Keteguhan di Tengah Ketidakadilan, Mendorong jemaat agar tidak tawar hati saat menghadapi fitnah, penindasan, atau ketidakadilan. Allah memegang kendali penuh atas sejarah hidup manusia dan tidak pernah terlambat membela umat-Nya.

 

Menjadi Pelaku Kebenaran, Terus konsisten berjalan di jalan yang benar dan mengandalkan Tuhan, karena kasih setia-Nya tidak pernah gagal menyelamatkan orang-orang yang berharap kepada-Nya.

 

Ibadah etnik yang dipadukan dengan nilai-nilai kebudayaan dan persekutuan kekeluargaan ini diakhiri dengan ajakan bagi seluruh jemaat untuk terus menjadi pembawa dan pelaku kebenaran di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

Postingan Terbaru