Kasus HIV Usia Produktif Capai 51 Persen, Pemkab Mimika Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini Bagi Remaja
TIMIKA, papuamctv.com —
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra)
Sekretariat Daerah (Setda) menggelar kegiatan Sosialisasi Bahaya
Psikotropika dan HIV/AIDS Bagi Anak dan Remaja pada Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam agenda Fasilitasi Pengelolaan Bina Mental Spiritual
ini menyasar para generasi muda, termasuk kalangan pemuda dan remaja gereja di
Kabupaten Mimika, guna membendung laju penyebaran HIV/AIDS serta penyalahgunaan
zat adiktif.
Langkah preventif ini dinilai
sangat mendesak mengingat tingginya tren penemuan kasus HIV/AIDS yang
mendominasi kelompok usia produktif di Mimika.
Penanggung Jawab Program (PIC) HIV/AIDS
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Yoan Tauran, mengungkapkan bahwa
sepanjang tahun 2026 tercatat sebanyak 134 kasus baru HIV/AIDS di wilayah
tersebut, di mana lebih dari separuhnya berasal dari kelompok usia muda.
"Angka kasus kita pada
usia produktif untuk tahun 2026 ini sangat tinggi, berada di angka 51 persen.
Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan lebih awal," tegas Yoan di
sela-sela kegiatan sosialisasi di Timika, Kamis (30/7).
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika
mendorong anak muda yang telah berusia 15 tahun ke atas untuk tidak ragu
melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, baik skrining HIV maupun Infeksi Menular
Seksual (IMS). Menurut Yoan, deteksi dini merupakan kunci utama dalam memutus
rantai penularan dan memastikan penanganan medis dapat diberikan sesegera
mungkin sebelum kondisi pasien memburuk.
"Harapan kami,
pemeriksaan HIV bagi usia produktif—yaitu usia 15 tahun ke atas—sudah harus
dilakukan sebagai langkah deteksi dini. Mengetahui status kesehatan lebih awal
jauh lebih baik daripada terlambat, terutama bagi mereka yang pernah berada dalam
perilaku berisiko," jelas Yoan.
Selain mendorong deteksi fisik,
kegiatan ini difokuskan untuk mengikis tingginya stigma dan diskriminasi
terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) yang masih marak terjadi di tengah masyarakat
Mimika. Yoan mengapresiasi Bagian Kesra Setda Mimika atas inisiatif merangkul
elemen pemuda dan remaja gereja agar pemahaman medis terkait penularan HIV—yang
utamanya terjadi melalui hubungan seksual berisiko—dapat tersampaikan secara
benar dan luas.
Upaya sosialisasi dan deteksi
dini ini sejalan dengan tren penguatan Program Pengendalian dan Penanggulangan
HIV-AIDS yang terus dijalankan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bersama
jejaring fasilitas pelayanan kesehatan dan para mitra.
Berdasarkan data capaian program,
terjadi peningkatan signifikan pada cakupan pemeriksaan maupun penanganan kasus
dari tahun ke tahun:
Tabel Capaian Program HIV
Kabupaten Mimika
|
Uraian Indikator |
Tahun 2024 |
Tahun 2025 |
Semester I 2026 (Jan–Jun) |
|
Pemeriksaan / Tes HIV |
37.294 orang |
59.737 orang |
33.431 orang |
|
Terdiagnosis HIV Positif |
451 orang |
489 orang |
199 orang |
|
Mendapatkan Pengobatan ARV |
375 orang |
397 orang |
170 orang |
Peningkatan angka tes HIV dari 37.294
tes pada 2024 menjadi 59.737 tes pada 2025 melampaui target yang
telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan kian luasnya akses masyarakat terhadap
layanan skrining di puskesmas, rumah sakit, pelayanan ibu hamil, populasi
kunci, hingga skrining aktif berbasis komunitas.
Meskipun angka penemuan kasus
positif mengalami peningkatan dari 451 kasus pada 2024 menjadi 489
kasus pada 2025, Dinas Kesehatan menegaskan bahwa kenaikan ini bukan
berarti indikasi lonjakan penularan secara langsung. Sebaliknya, hal ini
menandakan keberhasilan strategi penemuan kasus secara aktif (active case
finding) sehingga warga yang terinfeksi dapat ditemukan lebih awal dan
segera diobati.
Dari aspek pengobatan, komitmen
Pemerintah Kabupaten Mimika terlihat dari peningkatan jumlah ODHIV yang memulai
terapi Antiretroviral (ARV), yaitu dari 375 orang pada 2024 meningkat
menjadi 397 orang pada 2025. Terapi ARV terbukti efektif meningkatkan
kualitas hidup ODHIV, menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi (viral
suppression), serta mencegah risiko penularan kepada orang lain.
Pada paruh pertama tahun 2026
(Januari–Juni), kinerja program tetap konsisten dengan 33.431 orang telah
menjalani tes HIV, 199 orang terdiagnosis positif, dan 170 orang
telah mendapatkan terapi ARV.
Keberhasilan program ini
merupakan buah sinergi antara Pemkab Mimika, Dinas Kesehatan, fasilitas
kesehatan, organisasi masyarakat, LSM, serta para pemangku kepentingan dalam
menguatkan edukasi, pencegahan, deteksi dini, hingga pendampingan ODHIV.
Ke depan, Pemkab Mimika
berkomitmen untuk terus memperkuat strategi pengendalian HIV melalui:
- Peningkatan cakupan skrining dan penguatan layanan
terapi ARV.
- Penguatan Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak
(PPIA).
- Peningkatan kualitas pendampingan bagi ODHIV.
- Penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV
di masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor
dan edukasi yang berkelanjutan bagi kelompok remaja, Kabupaten Mimika
optimistis dapat mewujudkan pengendalian HIV-AIDS yang lebih efektif sekaligus
mendukung target nasional eliminasi AIDS sebagai masalah kesehatan masyarakat. (HK)


















