Mendorong Transparansi Tata Kelola: Langkah Pemkab Mimika Benahi Sistem Pengendalian Internal.
TIMIKA, papuamctv.com —
Suasana di Aula Lantai 3 Kantor Bapenda Timika tampak berbeda pada Senin
(20/7/2026) siang. Mengawali awal pekan, jajaran Pimpinan Organisasi Perangkat
Daerah (OPD), unsur Forkopimda, serta perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua Tengah berkumpul dalam satu komitmen bersama:
membenahi tata kelola pemerintahan Kabupaten Mimika dari akar.
Pemerintah Kabupaten Mimika
secara resmi membuka agenda Pendampingan Penilaian Mandiri Maturitas
Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi Tahun
2026. Membuka kegiatan secara langsung, Wakil Bupati Mimika, Imanuel Kemong,
mengawali arahannya dengan menyapa jajaran yang hadir.
Dalam suasana penuh kehangatan
namun tegas, Imanuel menekankan pentingnya mengubah pola pikir dalam memandang
mekanisme evaluasi birokrasi.
"Penyelenggaraan SPIP bukan
sekadar memenuhi permintaan administratif atau melengkapi dokumen
birokrasi," tegas Imanuel di hadapan para pimpinan OPD. "SPIP
merupakan instrumen krusial dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang
efektif, efisien, transparan, dan akuntabel."
Di balik penyelenggaraan
pendampingan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini, terdapat
catatan penting yang ingin dibenahi bersama. Wabup Imanuel secara terbuka
menyinggung hasil evaluasi tahun sebelumnya yang dinilai masih rendah.
Menurutnya, momentum tiga hari ke
depan harus dijadikan ajang refleksi dan perbaikan nyata, bukan sekadar
menggugurkan kewajiban.Ia mengajak seluruh aparatur daerah untuk berani
mengidentifikasi risiko, mengenali celah kelemahan, dan menyusun langkah taktis
guna mencegah terjadinya penyimpangan pengelolaan keuangan maupun program kerja
daerah.
"Saya mengajak seluruh
kepala perangkat daerah beserta tim untuk mengikuti proses penilaian ini dengan
penuh kejujuran, objektif, dan tanggung jawab. Jangan jadikan kegiatan ini sebagai
formalitas semata, melainkan sarana evaluasi dan pembelajaran," lanjutnya.
Mengingat krusialnya agenda ini, Wabup
mengimbau para Kepala OPD untuk hadir secara penuh. Jika terpaksa berhalangan,
ia meminta agar mandat diserahkan kepada jajaran yang kompeten agar seluruh
materi dan hasil evaluasi dapat diserap serta ditindaklanjuti secara optimal.
Guna memastikan proses ini
berjalan objektif, Pemkab Mimika menaruh harapan besar pada Inspektorat Daerah
sebagai koordinator pendampingan, serta BPKP Provinsi Papua Tengah yang terus
memberikan pengawalan dan bimbingan teknis.Melalui sinergi ini, Pemkab Mimika
optimistis dapat mencerminkan kondisi tata kelola yang sebenarnya di lapangan.
Rekomendasi yang dihasilkan
selama tiga hari pendampingan diharapkan menjadi pijakan kuat menuju era baru
birokrasi Mimika—sebuah tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih, dan
berintegritas demi meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat. (JM)

















