Tingkatkan Response Time Bencana, BPBD Mimika Bangun Pos Pemadam Kebakaran di Mimika Timur



TIMIKA, papuamctv.com — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya mempercepat pelayanan darurat bagi masyarakat. Tahun ini, BPBD Mimika mulai merealisasikan pembangunan dua pos pemadam kebakaran (Damkar) baru yang berlokasi di Distrik Mimika Timur dan  Pusat Pemerintahan SP3.

 

Kepala BPBD Kabupaten Mimika, Agustina Rahaded, S.Sos., M.Si., mengonfirmasi bahwa pengerjaan fisik pembangunan pos pemadam tersebut telah resmi dimulai setelah dilakukannya proses Mutual Check Zero (MC-0) bersama pihak ketiga dan konsultan pengawas.

 

"Pemerintah Daerah melalui BPBD membangun dua pos pemadam kebakaran tahun ini. Pengerjaannya sudah mulai berjalan dengan target waktu sesuai kontrak kerja selama 90 hari, terhitung sejak 1 Juli hingga 30 September," ujar Agustina saat ditemui di Timika.

 

Khusus lokasi pembangunan di Distrik Mimika Timur, pos pemadam akan menempati lahan hibah milik pemerintah daerah yang berada di area sebelah kanan Pasar Mamau Papua. Proses Penentuan lokasi ini telah melewati koordinasi intensif bersama Kadistrik Mimika Timur, Kapolsek, hingga Danramil setempat.

 

Pembangunan pos damkar di Mimika Timur ini menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat pesisir yang mendambakan penanganan kebakaran secara cepat dan tepat. Agustina menjelaskan, langkah strategis ini diambil demi memenuhi Standard Pelayanan Minimal (SPM) penanggulangan kebakaran, yakni waktu tanggap (response time) maksimal 15 menit.

 

"Dengan adanya pos pemadam di Mimika Timur, daya jangkau armada akan jauh lebih dekat dan cepat saat merespon kejadian di wilayah Mapurjaya, Pomako, maupun area distrik sekitarnya. Masyarakat sangat menyambut positif dan mengapresiasi perhatian pemerintah daerah ini," jelasnya.

 

Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, BPBD Mimika juga masif menggelar program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait potensi rawan bencana dan pencegahan kebakaran kepada masyarakat di wilayah pesisir.

 

Setelah sukses menggelar sosialisasi di Distrik Mimika Timur dan Distrik Mimika Tengah (Atuka), BPBD dijadwalkan akan melanjutkan agenda edukasi serupa ke Distrik Mimika Timur Jauh pada 24 Juli mendatang.

 

Untuk memacu antusiasme serta pemahaman warga, sosialisasi dikemas secara interaktif melalui sesi kuis berhadiah paket sembako.

 

"Materi yang disampaikan langsung kita uji melalui kuis sederhana. Warga yang bisa menjawab diberikan reward berupa beras, telur, dan kopi. Metode ini terbukti sangat efektif, masyarakat jadi lebih paham dan fokus menyerap materi pencegahan bencana," tambah Agustina.

 

Menutup keterangannya, Agustina mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi bahaya kebakaran, baik di lingkungan permukiman maupun tempat kerja.

 

"Mencegah jauh lebih baik daripada menanggulangi. Kami mengingatkan masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga, untuk selalu memastikan kompor dalam keadaan padam setelah memasak. Orang tua juga harus mengawasi anak-anak agar tidak bermain api atau lilin. Kebakaran tidak hanya menghanguskan harta benda, tetapi merugikan masa depan kita," pungkasi Agustina. (HK)

 

Postingan Terbaru