Mengubah Wajah Mimika Lewat Gerak: Saat Olahraga, Pelayanan Publik, dan Ekonomi Menyatu di Jalan Cenderawasih
TIMIKA, papuamctv.com —
Sabtu pagi, 4 Juli 2026, sepanjang Jalan Cenderawasih Mimika tidak seperti
biasanya. Jalanan protokol yang kerap diasosiasikan dengan hiruk-pikuk
kendaraan bermotor itu mendadak lumpuh dari asap knalpot. Sebagai gantinya,
gelombang manusia berpakaian olahraga memadati aspal. Musik tradisional
bertalu-talu, bersahutan dengan tawa dan derap langkah kaki masyarakat yang
antusias mengikuti Car Free Day (CFD) yang diinisiasi oleh Komite
Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Mimika.
CFD hari itu bukan sekadar
panggung olahraga rekreasi biasa. Di bawah langit Mimika, ruang publik ini
bertransformasi menjadi episentrum baru: tempat di mana kesehatan, geliat
ekonomi pelaku UMKM, hingga integrasi pelayanan publik melebur menjadi satu gerakan
sosial yang masif.
Ketua KORMI Kabupaten Mimika, Dr.
Habel Taime, S.E., M.M., tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya saat
melihat lautan manusia yang membludak. Baginya, pemandangan ini adalah buah
dari komitmen panjang dan kerja keras kolektif seluruh stakeholder serta
masyarakat Mimika.
"Kita lihat, tanpa dukungan
kerja sama yang baik, tidak mungkin perubahan sedikit demi sedikit seperti yang
hari ini kita rasakan luar biasa membludak. Masyarakat harus selalu bergerak,
biar tubuh mereka itu sehat dan produktif," ujar Habel di sela-sela
kegiatan.
Menyambut HUT RI yang ke-81 serta
euforia Piala Dunia 2026, KORMI Mimika tengah bersiap meluncurkan gerakan
bertajuk "Anti Mager" (Anti Malas Bergerak). Sebuah gerakan
yang dirancang unik. Alih-alih langsung berkumpul di lokasi CFD, massa nantinya
akan diajak melakukan long march dari halaman Kantor DPRD Mimika menuju
Jalan Cenderawasih sebelum mengakhiri aksi dengan senam bersama.

Car Free Day (CFD) yang diinisiasi oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Mimika, Sabtu (04/07/2026). Foto: Titin
Langkah ini juga membawa pesan
simbolis yang mendalam bagi para wakil rakyat.
"Kami mau bilang ke DPRD
bahwa ini masyarakatmu. Jadi izin kami pakai tempatmu berkumpul... Ayo mari,
lepaskan mereka untuk berolahraga. Konsepnya seperti begitu. Jangan cuma saat
surat kampanye baru [mendatangi masyarakat], tapi sekarang masyarakat datang ke
rumahmu, mari sambut," tegas Habel lugas.
Satu hal yang menarik dari potret
CFD Mimika belakangan ini adalah dewasanya ekosistem kemitraan yang terbangun.
Jika dulu KORMI harus berdarah-darah menjalin relasi dengan pihak swasta atau
BUMN, kini kondisinya berbalik. Berbagai instansi justru mengantre untuk ikut
ambil bagian.
Sabtu ini, Bank Negara Indonesia
(BNI) memanfaatkan momentum CFD untuk merayakan hari jadinya. Pekan lalu,
giliran Polres Mimika yang menggelar acara. Bahkan, untuk Sabtu pekan depan,
Kantor Imigrasi setempat dijadwalkan hadir membuka stan pelayanan "jemput
bola" berupa pembuatan paspor gratis di lokasi CFD.
Habel menilai, integrasi
pelayanan publik seperti pengurusan SIM, KTP, hingga paspor di area CFD adalah
solusi cerdas bagi masyarakat urban Mimika yang sibuk bekerja dari Senin hingga
Jumat.
Namun, di balik masifnya massa
dan keterlibatan sponsor, Habel melempar satu catatan krusial: kebersihan
lingkungan. KORMI berkomitmen penuh agar setelah CFD usai, Jalan
Cenderawasih harus kembali bersih tanpa menyisakan selembar sampah pun.
"Ada kegiatan, tapi kok tidak ada sampah yang ditinggalkan. Kita harus
buat begitu sebagai bentuk tanggung jawab pada lingkungan," imbuhnya.
Melalui CFD yang konsisten setiap
Sabtu, Habel bermimpi besar untuk mengubah citra miring daerahnya. "Timika
yang dibilang kota yang selalu kacau, kita ubah image itu. Timika ini
rumah kita, semua masyarakatnya harmonis hidup dalam kebersamaan, saling
merangkul mendukung visi-misi pemerintahan yang baru."
CFD Mimika juga menjadi ruang
aman bagi kebangkitan ekonomi kaum perempuan Papua. Kehadiran ratusan
masyarakat otomatis membuka pasar bagi para pelaku UMKM lokal yang menjajakan
dagangannya di sekitar area CFD.
Ketua Persatuan Olahraga
Pernapasan Indonesia (PORPI) Kabupaten Mimika, Korlina Taime, S.Pd.,
melihat fenomena ini sebagai angin segar bagi ketahanan finansial keluarga.
"Cukup luar biasa untuk
mereka (perempuan Papua) kalau sudah masuk bergabung di dalam KORMI ini untuk
mengisi ekonomi keluarga, membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Untuk maju
ke depan, kita jangan malu," kata Korlina penuh optimisme.
Sebagai motor penggerak
kebugaran, Korlina juga gencar mengampanyekan pentingnya senam pernapasan,
khususnya bagi kaum ibu dan perempuan yang sudah melahirkan, agar stamina tubuh
tetap stabil, bugar, dan awet muda.
PORPI Mimika sendiri tidak
sekadar jago kandang di area CFD. Mereka telah bergerak melakukan penetrasi
pelayanan ke berbagai lini, mulai dari latihan rutin dua kali sebulan di RSUD
Mimika, mengunjungi distrik-distrik, masuk ke sekolah-sekolah, hingga berencana
memperluas jaringan melalui jalur PKK Kabupaten Mimika.
Bagi awam, senam pernapasan
mungkin terlihat sederhana dan lambat. Namun, Korlina membedah filosofi
mendalam di balik olahraga ini.
"Senam pernapasan itu bukan
sekadar bernapas. Di situ ada gerakan persendian, peregangan otot, yang
melancarkan peredaran darah. Gunanya menarik napas lama dan mengeluarkannya
secara perlahan adalah untuk mengatur jantung agar tetap sehat, darah lancar,
dan secara psikologis... mengatur kesabaran kita," urai Korlina.
Di akhir perbincangan, Korlina
menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KORMI Mimika yang telah
memayungi PORPI. Lewat wadah ini, kesadaran masyarakat Mimika akan pentingnya
kesehatan terus meroket. Dari yang awalnya hanya diikuti segelintir orang, kini
ribuan masyarakat berbondong-bondong mendaftarkan diri demi hidup yang lebih
sehat.
Di bawah terik matahari Mimika
yang mulai meninggi, Jalan Cenderawasih perlahan kembali sepi dari aktivitas
warga. Namun, energi positif, perputaran ekonomi, dan komitmen hidup sehat yang
ditinggalkan hari itu, akan terus berdenyut hingga Sabtu pekan depan.

















