Merajut Ukhuwah, Menjaga Martabat Keluarga: Refleksi Lintas Iman di Pengajian TP PKK Mimika


TIMIKA, papuamctv.com – Suasana teduh dan penuh khidmat menyelimuti Sekretariat TP PKK Kabupaten Mimika, TK PAUD Kasih AMURO, Jl. Cenderawasih Timika, pada Sabtu (04/07/2026). Di tempat ini, Kelompok Kerja (Pokja) 1 Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika kembali menggelar agenda rutinnya: Pengajian Berkala.

 

Pertemuan tersebut menghadirkan dua perspektif spiritual yang saling menguatkan, yakni tausiyah dari Ustadz Sofyan Ahmad dan pesan gembala dari Romo Peter Benediktus, SJ, seorang pastor Jesuit yang bertugas di Paroki Wageete, Deiyai.

 

Dalam ceramahnya, Ustadz Sofyan Ahmad menekankan bahwa fondasi dari setiap gerakan sosial harus dimulai dari niat yang murni untuk menjaga tali persaudaraan (ukhuwah), tanpa memandang latar belakang keyakinan. Ia menekankan bahwa kehadiran majelis ilmu seperti ini adalah wadah yang mengundang rahmat dan ketenangan sosial. Ustadz Sofyan pun mendoakan kesehatan para tokoh agama yang hadir, termasuk sang Pastor, seraya berharap agar ikatan persaudaraan yang terbangun di Mimika dapat terjaga secara konsisten hingga akhir hayat.

 

Senada dengan esensi tersebut, Romo Peter Benediktus, SJ, mengajak seluruh hadirin untuk membangun hubungan yang tulus, bukan sekadar sopan santun formalitas di permukaan. Mengutip filosofi biblikal tentang "anggur yang baru harus disimpan dalam kantung yang baru," Romo Peter mengingatkan pentingnya keselarasan antara kesalehan batin dengan praktik lahiriah.

 

"Kalau kita sering ketemu begini, prasangka-prasangka kita itu terkoreksi. Kalau kita tidak berjumpa, prasangka negatif itu yang ada. Perjumpaan inilah yang menyatukan hati dengan hati," ungkap Romo Peter.

 

Lebih dari sekadar retorika kerukunan, pertemuan ini menyoroti peran strategis TP PKK sebagai jembatan dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Romo Peter mendorong agar orientasi program PKK tidak lagi sekadar memberikan bantuan sosial yang bersifat karitatif (sementara), melainkan berfokus pada pemberdayaan keluarga yang mandiri.

  • Kemandirian Pangan: Salah satu contoh konkret yang diangkat adalah program penanaman kelor, yang memampukan keluarga memenuhi kebutuhan pangan sendiri tanpa terus bergantung pada bantuan luar.
  • Menjaga Martabat: Kemandirian ekonomi dan pangan dinilai sebagai cara memuliakan martabat luhur setiap keluarga, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga mampu menolong sesama.

Dok. Pengajian Rutin TP PKK Kabupaten Mimika, Sabtu (04/07/2026). Foto: Titin

 

Di akhir sesi, isu-isu sosiologis perkotaan turut dibahas, salah satunya mengenai pengelolaan sampah di Kota Mimika. Menyoroti kebersihan sebagai indikator peradaban (civilized), Romo Peter mengingatkan bahwa tanggung jawab lingkungan berada di pundak bersama—baik pemerintah dalam penyediaan fasilitas, maupun kesadaran moral masyarakat untuk menjaga perilakunya.

 

Melalui sinergi Pokja 1 TP PKK Mimika, pengajian rutin ini berhasil membuktikan bahwa ketika nilai-nilai spiritualitas Islam dan Katolik bertemu dalam satu ruang kerja sosial, agama tidak lagi menjadi pembatas, melainkan menjadi motor penggerak bagi kesejahteraan dan kemajuan peradaban di Tanah Mimika.

 


Postingan Terbaru