Menjaga Generasi Emas di Era Digital: Sinergi Lintas Sektor dan Pendekatan Hati Cegah Stunting di Mimika
TIMIKA, papuamctv.com — Tantangan
membesarkan anak di abad ke-21 tidak lagi sekadar memenuhi kebutuhan fisik,
tetapi juga membentengi mereka dari arus deras teknologi digital. Menyadari
krusialnya isu tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar Workshop
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 bertema “Sayang Anak,
Lindungi dan Bangun Masa Depan” di Hotel Horison Diana Timika, Kamis
(23/07/2026).
Berfokus pada subtema “Pola
Asuh Anak di Era Digital: Strategi Lintas Sektor untuk Perlindungan Anak dan
Pencegahan Stunting”, kegiatan ini menghadirkan 120 peserta yang terdiri
dari guru, tenaga pendidik, komite sekolah, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK,
hingga petugas Puskesmas se-Kabupaten Mimika.
Saat membuka acara secara resmi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menegaskan
bahwa gawai (gadget) telah mengubah lanskap pengasuhan anak secara
dramatis. Di satu sisi memberikan kemudahan belajar, namun di sisi lain
menyimpan ancaman laten jika tidak didampingi secara bijak.
Penggunaan gawai tanpa batasan
tidak hanya merusak perkembangan emosional dan kesehatan mental anak, tetapi
juga berdampak langsung pada kondisi fisik dan gizi mereka.
"Penggunaan gawai saat
makan, berkurangnya aktivitas fisik, dan terganggunya pola tidur memengaruhi
perilaku makan serta pemenuhan gizi anak. Ujungnya, ini meningkatkan risiko
terjadinya stunting," terang Godfried.
Godfried menekankan bahwa isu
kompleks ini tidak bisa dibebankan kepada keluarga semata. Perlu ada pembagian
peran yang terintegrasi:
- Pendidik & Komite Sekolah: Membangun
karakter dan perilaku positif di lingkungan sekolah.
- Puskesmas & Kader Posyandu: Memantau
tumbuh kembang dan status gizi anak secara berkala.
- Tim Penggerak PKK: Memberdayakan dan
mengedukasi keluarga langsung di tengah masyarakat.
Kehadiran perwakilan dari
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI menjadi
bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memperkuat kebijakan
perlindungan anak.
Perencana Ahli Pertama
Kementerian PPPA, Annisa Asri, S.Psi., menyampaikan apresiasi tinggi
atas inisiatif Dinas Kesehatan Mimika yang melihat hak dan perlindungan anak
secara holistik.
"Ini potensi luar biasa.
Dinas Kesehatan Mimika sangat terbuka untuk memperhatikan hak anak, tidak hanya
dari sisi kesehatan fisik, tetapi juga bahaya ranah digital mengikuti
perkembangan zaman. Seluruh unsur—kesehatan, pendidikan, dan orang tua—harus
bersinergi menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara
optimal," ujar Annisa.

Dok. Workshop Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan , Kamis (23/07/2026). Foto: Mika
Dari sudut pandang praktisi dan
psikologi pengasuhan, Praktisi Pemerhati Anak Kabupaten Mimika, Sisilia
Hartono, menyoroti pentingnya membangun fondasi emosional di dalam rumah
tangga sebagai benteng utama anak dari pengaruh negatif luar.
Menurut Sisilia, esensi parenting
bukanlah memaksakan kehendak agar anak patuh secara buta, melainkan membantu
anak mengenali potensi dirinya dan membuat keputusan secara sadar. Dan kunci
utamanya adalah menghadirkan rasa aman.
Menjawab dinamika kultural di
Tanah Papua, Sisilia meluruskan stereotipe mengenai pola pengasuhan masyarakat
Indonesia Timur yang sering kali dipersepsikan keras.
"Anak-anak di Papua
memiliki keterikatan yang kuat dengan alam. Ada mitos bahwa pola mendidik di
sini keras karena nada bicara yang tinggi. Namun, keras bukan berarti kasar.
Setiap anak pada dasarnya ingin dicintai," ungkap Sisilia.
Ia menjelaskan, ketika rasa cinta
dan kehangatan berhasil dihadirkan di tengah keluarga, anak akan memiliki
ketahanan diri (resilience) yang kuat. Pengaruh buruk dari dunia luar
maupun ruang digital akan sulit menembus anak yang kebutuhan emosionalnya sudah
terpenuhi di rumah.
Sisilia juga mengingatkan para
orang tua untuk membenahi hubungan internal sebelum membina anak. Konflik rumah
tangga yang timbul akibat saling menuntut kebahagiaan antar pasangan sering
kali menjadi akar terganggunya tumbuh kembang anak.
Peringatan Hari Anak Nasional
2026 di Kabupaten Mimika ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan
kembali peran orang tua dan negara dalam menyiapkan generasi penerus.
Parenting bukan sekadar
membesarkan, melainkan tugas peradaban untuk melindungi dan mendampingi calon
pemimpin masa depan. Tanpa perlu membanding-bandingkan, setiap anak di Mimika
diharapkan dapat bertumbuh sesuai keunikan dan potensi terbaiknya—sehat secara
fisik, matang secara emosional, dan terlindungi di era digital. (HK)

















