Pemkab Mimika Latih Manajemen 40 Sanggar Seni Amungme dan Kamoro



TIMIKA, papuamctv.com — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) menggelar Pelatihan Manajemen Sanggar Kebudayaan dan Seni bagi 40 sanggar binaan Suku Amungme dan Kamoro di Aula Keuskupan Loresa, Timika (21–24 Juli 2026).

 

Pelatihan ini diikuti 120 pengurus inti (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara) dari sanggar berbadan hukum resmi. Hadir sebagai narasumber, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Papua dan DPMPTSP Mimika memberikan materi seputar administrasi, manajemen produksi, strategi pemasaran, hingga tata kelola keuangan.

 

Membuka acara secara resmi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, menegaskan pentingnya profesionalisme dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal.

 

"Karya seni lahir dari kreativitas dan dedikasi, tetapi tidak akan bertahan lama tanpa pengelolaan yang profesional. Pelatihan ini hadir untuk menjembatani bagaimana mengelola karya secara profesional sekaligus merawat budaya dengan penuh tanggung jawab," tegas Ananias

 

Managgapi hal tersebut Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mimika Elisabeth Cenawatin, mengatakan bahwa Pelatihan ini merupakan tahap lanjutan dari program pembinaan Pemkab Mimika. Pada tahun anggaran sebelumnya, tiap sanggar telah menerima bantuan Dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp50 juta beserta peralatan produksi seperti parang, kapak, dan pahat. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif, Elisabeth Cenawatin, menyatakan bahwa fokus tahun ini bergeser pada pengawasan bulanan dan optimalisasi pemasaran karya.

 

Guna memperluas jangkauan pasar ukiran dan anyaman khas Amungme dan Kamoro, Pemkab Mimika meluncurkan platform (website) resmi untuk transaksi daring serta pendaftaran workshop menganyam dan mengukir. Selain itu, karya unggulan para pengrajin dijadwalkan tampil pada festival budaya tingkat nasional di Lombok pada November Mendatang.

 

Di sektor infrastruktur, Pemkab Mimika menambah pembangunan rumah produksi di tiga wilayah baru: Distrik Mimika Baru, Kokonau dan kawasan Pomako, Setiap sanggar yang menampung 10–12 anggota ini diwajibkan memprioritaskan regenerasi kepada generasi muda Papua agar seni tradisi lokal tetap terjaga, "tutup'nya (MR)

 

Postingan Terbaru