Dari Timika Tembus Internasional: Transformasi Digital "Noken Agiya" Ramaikan Festival UMKM 2026
TIMIKA, papuamctv.com —
Atmosfer perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) UMKM Nasional ke-10 sekaligus semarak
menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu kental di
Timika, Papua Tengah. Melalui gelaran Festival Produk UMKM 2026 yang
diselenggarakan pada Selasa (11/08), sebuah kisah inspiratif tentang resiliensi
dan adaptasi teknologi mencuri perhatian publik.
Adalah Mama Minche, sosok
perempuan tangguh di balik usaha "Noken Kreatif" dengan jenama
(brand) Agiya. Ia berhasil membuktikan bahwa produk kerajinan
tradisional Papua tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga sukses berekspansi
hingga ke pasar internasional melalui kekuatan transformasi digital.
Perjalanan bisnis Mama Minche
bukanlah proses yang instan. Sebelum meraih kesuksesan di ranah maya, ia
memulai usahanya dengan berjualan secara konvensional di emperan sebuah rumah
makan di Mimika. Namun, tekadnya untuk maju membawanya pada sebuah titik balik.
Mengadopsi strategi pemasaran multi-platform,
Mama Minche kini dengan piawai mengendalikan etalase digitalnya. Ia
memanfaatkan media sosial untuk membangun citra merek, sekaligus mengelola
transaksi melalui e-commerce.
"Saya biasa promosi itu di
Instagram dan Facebook. Terus untuk pemasaran dan transaksi, saya fokuskan di
TikTok, TikTok Shop, dan Shopee. Saya sering belajar dari internet dan prinsip
saya satu: noken juga harus bisa dijual secara online seperti produk
lainnya," ungkap Mama Minche.
Transformasi ini membuahkan hasil
yang sangat manis. Noken buatan tangannya kini telah terbang jauh meninggalkan
tanah Papua. Di tingkat nasional, produk Agiya telah menjangkau Medan, Aceh,
hingga Batam. Di kancah internasional, rajutan nokennya telah mendarat di
Singapura hingga Amerika Serikat.
Pergeseran dari jualan
konvensional ke digital memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Mama
Minche. Penjualan online terbukti mampu mendongkrak pendapatannya secara
eksponensial.
"Pendapatannya memang luar
biasa naik. Dalam tiga bulan, omzetnya bisa mencapai dua puluh hingga tiga
puluh (juta rupiah). Satu kali live di TikTok, pesanan yang masuk bisa
20 sampai 30 orderan. Kalaupun saya sedang tidak live, otomatis tetap
ada lima atau enam pesanan yang masuk," jelasnya dengan bangga.
Keberhasilan brand Agiya
menembus pasar global tidak lepas dari intervensi dan dukungan nyata Dinas
Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika. Peralihan Mama Minche dari berjualan di
depan rumah makan menjadi pengusaha digital yang mapan dimulai ketika ia
mendapatkan fasilitas gedung usaha dari pemerintah setempat.
Tidak berhenti pada infrastruktur
fisik, pemerintah juga membekali Mama Minche dengan pengetahuan manajerial
modern, khususnya terkait pengemasan produk (packaging).
"Dari Dinas Koperasi itulah
saya bertumbuh. Mereka mendorong kami hingga saya bisa berjualan online
dan offline. Saya bisa memasang kemasan yang bagus seperti ini karena
mendapat materi pelatihan dari luar dan belajar dari Dinas Koperasi. Saya
sangat berterima kasih," tutur Mama Minche penuh haru.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM
Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, S.H., M.H., yang turut hadir dalam
pameran tersebut, menegaskan bahwa pencapaian Mama Minche adalah bukti nyata
potensi besar yang dimiliki oleh UMKM lokal.
"Noken Mimika ini sudah
sampai di Amerika, Filipina, hingga Belanda. Begitu pula dengan ukiran kita.
Ini adalah hasil karya Mimika yang membanggakan," tegas Samuel.
Lebih lanjut, ia memberikan
imbauan keras sekaligus motivasi kepada seluruh pelaku UMKM, khususnya
mama-mama Papua, untuk tidak gagap teknologi dan mulai memanfaatkan gawai
mereka untuk kegiatan produktif.
"Kami pemerintah Kabupaten
Mimika sangat serius. Kami ingin mama-mama Papua belajar dari noken Agiya
sehingga semua bisa berkembang. Kita jangan cuma pegang HP saja untuk hiburan;
di dalam HP itu ada tempat untuk segala-galanya. Mari kita gunakan sebaik-baiknya.
Ini waktunya kita bersaing mengembangkan UMKM di negeri ini," pungkasnya.
Kisah Mama Minche dan brand
Agiya menjadi konfirmasi kuat bahwa warisan budaya tradisional memiliki nilai
ekonomi yang tinggi di pasar global apabila dikawinkan dengan manajemen modern.
Sinergi antara semangat kewirausahaan akar rumput, pemanfaatan platform
digital, dan dukungan berkesinambungan dari pemerintah telah merumuskan formula
kunci dalam memajukan ekonomi kreatif di Mimika. (HK)





















