Menyulap Kearifan Lokal Menjadi Obat Herbal: Kisah Motelin Oil di Festival UMKM Mimika 2026


TIMIKA, papuamctv.com — Berawal dari sebuah pengobatan mandiri atas luka infeksi bekas operasi, kekayaan hayati tanah Papua kembali membuktikan taji. Daun gatal—tanaman herbal khas Papua yang secara turun-temurun dipercaya masyarakat setempat untuk meredakan pegal dan memulihkan stamina—kini berhasil diolah menjadi produk minyak gosok dan balsem praktis berdaya saing tinggi.

 

Inovasi tersebut lahir dari tangan dingin Yunina Mote, perintis usaha kelompok Motelin Oil binaan Dinas Koperasi dan UKM Mimika, yang berlokasi di Jalan Sempang Nawaripi (Jalan Anggrek), Timika. Produk minyak dan balsem herbal ini menjadi salah satu daya tarik utama pada ajang Festival Produk UMKM 2026 yang digelar di Kabupaten Mimika, Selasa (11/08/2026).

 

Pameran bergengsi ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) UMKM Nasional ke-10 sekaligus menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Ditemui di sela-sela pameran, Yunina Mote menceritakan perjalanan unik di balik terciptanya minyak daun gatal buatan kelompoknya. Semua bermula beberapa tahun lalu saat ia mengalami infeksi pascaoperasi biopsi. Mengingat tradisi nenek moyang Papua, ia mencoba menempelkan daun gatal pada bagian luka.

 

"Waktu itu ada cairan berwarna putih yang keluar dari pori-pori, nanahnya seperti diserap oleh daun gatal itu. Dari situ timbul ide dan hikmat untuk mengolah daun gatal ini menjadi minyak dan balsem," ujar Yunina.

 

Setelah melalui proses eksperimen mandiri, minyak racikannya menunjukkan reaksi yang mirip dengan daun gatal asli—memberikan sensasi hangat pedas saat dioleskan, meresap hingga ke dalam jaringan tubuh untuk melancarkan peredaran darah, namun tanpa efek rasa gatal di kulit.

 

Selama lima tahun terakhir, Yunina bersama kelompoknya konsisten memproduksi minyak dan balsem herbal ini secara mandiri secara handmade. Walau pemasaran awalnya terbatas melalui aplikasi pesan singkat (WhatsApp) dan belum memiliki gerai fisik sendiri, efektivitas produk ini telah menyebar dari mulut ke mulut hingga diminati oleh konsumen di luar Pulau Papua.

 

Dalam festival tersebut, Motelin Oil menawarkan produk unggulannya dengan harga yang terjangkau: Rp100.000 untuk minyak gosok daun gatal dan Rp120.000 untuk krim balsem daun gatal.

 

Festival Produk UMKM 2026 ini menjadi ajang pameran resmi pertama yang diikuti oleh kelompok Motelin Oil. Kehadiran produk inovatif berbasis kearifan lokal ini pun mendapat perhatian khusus dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, S.H., M.H.

 

Samuel Yogi mengapresiasi tinggi potensi olahan daun gatal tersebut dan menyatakan komitmen Pemerintah Daerah Mimika untuk mengawal pembinaan, pemberdayaan, hingga pengurusan perizinan legalkes produk Motelin Oil.

 

"Kelompok Motelin Oil ini baru saja masuk dalam binaan Dinas Koperasi dan UMKM. Harapan kami kepada seluruh masyarakat Mimika, mari datang dan buktikan sendiri manfaat produk ini di pameran. Pemda Mimika akan terus mendorong dan memberdayakan usaha ini, termasuk memastikan kelengkapan perizinannya agar izin dari Loka POM dapat segera terbit," tegas Samuel Yogi.

 

Merespons hal tersebut, Yunina menegaskan bahwa racikan herbal Motelin Oil saat ini telah melalui pengujian laboratorium di Jayapura dan terus berada di bawah pengawasan serta kemitraan dengan Badan POM Kabupaten Mimika untuk menjamin mutu dan keamanannya bagi masyarakat luas.

 

Penyelenggaraan Festival Produk UMKM 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi tahunan, tetapi juga menjadi batu pijakan bagi para pelaku UMKM lokal seperti kelompok Motelin Oil untuk naik kelas, memperluas jangkauan pasar, dan melestarikan kearifan lokal Papua ke tingkat nasional. (HK)

 

Postingan Terbaru