Gelora Ekonomi di Timika! Momen Seru Festival Produk UMKM Mimika 2026
Pada
14 Agu, 2026
TIMIKA- Pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika, menjadi pusat pergerakan ekonomi lokal saat Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Festival Produk UMKM 2026 pada 10–12 Agustus 2026. Berlangsung di tengah gelora HUT UMKM Nasional ke-10 dan menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke-81, perhelatan ini mengusung tema "UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi" sejalan dengan visi Mimika Peduli UMKM Naik Kelas, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Rangkaian acara dibuka secara resmi pada Senin (10/08/2026) oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M. Dalam laporan pembukanya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa festival ini diikuti oleh 125 pelaku UMKM binaan lintas OPD, BUMN, serta Dekranasda dan TP-PKK di bawah pimpinan Ibu Susi Retob. Berlandaskan UU No. 20/2008 dan PP No. 7/2021, agenda ini dirancang untuk memperkuat daya saing produk Orang Asli Papua (OAP) maupun masyarakat Nusantara di Mimika.
Bupati Mimika menyoroti lonjakan pertumbuhan UMKM daerah yang mencapai 130% pada tahun 2025. Guna menjaga tren positif tersebut, pemerintah menekankan tiga pilar utama:
Penyederhanaan Perizinan: Kemudahan penerbitan NIB gratis melalui Mall Pelayanan Publik (MPP).
Kemitraan Inklusif: Dorongan akses KUR perbankan (seperti Bank Papua) bagi usaha mikro.
Akselerasi Digital: Migrasi lebih dari 1.500 UMKM ke ekosistem e-commerce.
Penyelenggaraan Festival Produk UMKM 2026 berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 10 hingga 12 Agustus 2026, yang dipusatkan di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika. Perhelatan ini melibatkan 125 pelaku UMKM unggulan yang mewakili berbagai sektor usaha, mulai dari pengerajin kriya, pengolah kuliner khas, produk olahan alam, hingga penyedia jasa kreatif lokal. Seluruh rangkaian kegiatan ini didukung penuh melalui alokasi dana DPA Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2026.
Selama agenda berlangsung, fokus utama kegiatan diarahkan pada penguatan fondasi usaha para peserta, mencakup penyelesaian legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), peningkatan standardisasi mutu dan kemasan produk, akselerasi pemanfaatan pemasaran digital, serta fasilitasi B2B matchmaking untuk memperluas jejaring bisnis. Sebagai langkah keberlanjutan pasca-event, Pemerintah Kabupaten Mimika memproyeksikan inisiatif lanjutan berupa penerapan skema perdagangan antar-kabupaten (inter-regional trade) guna mendistribusikan produk unggulan daerah, sekaligus memboyong karya-karya lokal untuk berpartisipasi aktif dalam ajang pameran tingkat nasional.
Festival resmi ditutup pada Rabu (12/08/2026) malam melalui sambutan tertulis Bupati yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Ir. Yohana Paliling, M.Si. Penutupan ini menegaskan pentingnya sinergi Pentahelix agar pembinaan usaha terus berlanjut secara konsisten.
Dalam laporan penutupnya, Samuel Yogi mengumumkan capaian total omzet penjualan selama tiga hari yang menembus angka Rp670.759.500,-. Hasil ini mencatatkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya (Rp550 juta), sekaligus menjadi bukti nyata kebangkitan ekonomi kreatif dan kemandirian UMKM di Kabupaten Mimika.




















