Profiling 2.644 ASN Mimika Dimulai, Penataan Karier Berbasis Kompetensi dan Kinerja
Pada
26 Agu, 2026
TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika mulai memperkuat fondasi manajemen aparatur sipil negara (ASN) melalui pelaksanaan Profiling ASN Tahun 2026. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Mimika Johannes Rettob di Aula BPKAD Kabupaten Mimika, Rabu (26/8/2026).
Profiling ASN yang digagas oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kabupaten Mimika tersebut dihadiri langsung Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura, Nur Hasan, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Mimika.
Kegiatan profiling menjadi bagian penting dalam upaya membangun sistem manajemen kepegawaian yang lebih objektif, profesional, transparan, dan berbasis sistem merit. Melalui pemetaan yang dilakukan, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai kompetensi, potensi, kualifikasi, serta kinerja masing-masing ASN sebagai dasar dalam pengembangan karier dan penataan jabatan.
Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura, Nur Hasan, menjelaskan bahwa profiling pada dasarnya merupakan proses pemetaan terhadap potensi dan kinerja setiap ASN. Data tersebut nantinya menjadi salah satu instrumen penting dalam penerapan manajemen talenta ASN.
“Manajemen talenta itu sistem manajemen karier ASN melalui retensi, pemetaan, pengembangan ASN dan penempatan. Penempatan itu akan diprioritaskan ke jabatan-jabatan tertentu berdasarkan tingkatan kinerja dan potensi,” jelas Nur Hasan.
Menurutnya, penerapan manajemen talenta merupakan bagian dari arah kebijakan manajemen ASN sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dan regulasi terkait manajemen ASN.
Secara sederhana, profiling diperlukan agar pemerintah dapat menempatkan ASN sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Prinsipnya, orang yang tepat ditempatkan pada posisi yang tepat, sehingga kinerja individu maupun organisasi dapat berjalan lebih optimal.
Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa profiling ASN merupakan langkah strategis untuk membangun pondasi manajemen kepegawaian yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Mimika.
“Hari ini kita mulai meletakkan sebuah pondasi yang kokoh bagi kepegawaian kita di Kabupaten Mimika. Sesuai dengan visi dan misi kami, semuanya berbicara tentang satu hal, yaitu bagaimana membangun birokrasi yang baik,” ujar Johannes Rettob.
Bupati menilai, penerapan sistem merit penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih profesional sekaligus memberikan kepastian terhadap pengembangan karier ASN. Dengan sistem yang berbasis data, proses penempatan dan pengembangan pegawai diharapkan tidak hanya bergantung pada pergantian kepemimpinan, tetapi memiliki dasar yang objektif dan terukur.
Menurutnya, setiap penempatan ASN harus melalui proses yang jelas dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, potensi, dan data objektif. Karena itu, profiling bukan sekadar tes bagi ASN, tetapi menjadi kesempatan bagi setiap pegawai untuk mengetahui posisi kompetensinya sekaligus melihat ruang yang masih dapat dikembangkan.
Bupati juga mendorong para ASN untuk menjadikan profiling sebagai momentum meningkatkan kapasitas dan nilai kompetensi masing-masing.
“Kegiatan ini merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan nilai tersebut. Kalian harus berpacu agar posisi bisa naik setidaknya masuk ke tingkat 7, 8 bahkan 9, karena dalam sistem hanya mereka yang berada di tingkat 7, 8 dan 9 yang bisa kami pilih. Jika tidak demikian, saya tidak memiliki dasar untuk menentukan siapa pejabat yang tepat,” tegasnya.
Pembenahan manajemen kepegawaian di Kabupaten Mimika sendiri, lanjut Bupati, telah mulai dilakukan sejak 2025 melalui pelaksanaan profiling dengan kuota 1.000 peserta. Langkah tersebut kemudian dilanjutkan dan diperluas melalui Profiling ASN Tahun 2026 dengan jumlah peserta yang jauh lebih besar.
Ketua Panitia Profiling ASN 2026, Natalia Walalayo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperkuat penerapan manajemen ASN berbasis sistem merit di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.
“Tujuannya untuk melakukan pemetaan kompetensi, kualifikasi, dan potensi ASN guna mendukung perencanaan karier, penataan jabatan, serta peningkatan efektivitas kinerja organisasi secara transparan dan akuntabel,” jelas Natalia.
Profiling ASN Tahun 2026 diikuti sebanyak 2.644 peserta. Peserta tersebut terdiri atas 32 orang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, 140 Pejabat Administrator, 113 Pejabat Pengawas, 805 Pejabat Fungsional Kesehatan dan lainnya, 361 Pejabat Fungsional Guru jenjang Ahli Madya, serta 1.190 Jabatan Pelaksana/Fungsional Umum.
Pelaksanaan profiling berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Agustus 2026, secara serentak di empat lokasi, yakni SMP Negeri 2 Mimika, SMP Negeri 11 Mimika, SMP YPPK Santo Bernardus Mimika, dan SMK Tunas Bangsa Mimika.
Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan ASN, kegiatan ini menjadi salah satu langkah besar Pemerintah Kabupaten Mimika dalam membangun basis data kepegawaian yang lebih komprehensif.
Lebih jauh, hasil profiling diharapkan tidak berhenti sebagai data administratif. Pemetaan tersebut perlu dimanfaatkan sebagai dasar dalam menyusun strategi pengembangan kompetensi, perencanaan karier, penempatan pegawai, serta kebutuhan organisasi di masa mendatang.
Melalui sistem merit, setiap ASN memiliki kesempatan untuk berkembang berdasarkan kemampuan dan kinerja. Di sisi lain, pemerintah memiliki instrumen yang lebih kuat untuk memastikan setiap jabatan diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
Profiling ASN 2026 dengan demikian bukan sekadar tes, melainkan bagian dari transformasi birokrasi Mimika menuju tata kelola pemerintahan yang profesional, objektif, berbasis data, dan berorientasi pada kinerja.




