Sambut HUT RI ke-81, Disnakkeswan Mimika Bagikan 3.780 Telur Rebus Gratis Saat Karnaval Budaya



TIMIKA, papuamctv.com — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) bersiap menggelar aksi sosial menarik dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Sebanyak 3.780 butir telur rebus akan dibagikan secara gratis kepada warga masyarakat di sepanjang rute Karnaval Budaya Timika, Rabu pagi (12/8/2026).

 

Aksi bagi-bagi telur ini bukan sekadar ajang perayaan semata, melainkan manifestasi nyata atas pencapaian swasembada hingga surplus produksi telur ayam lokal di Kabupaten Mimika, sekaligus menjadi sarana edukasi pentingnya pemenuhan gizi dan konsumsi protein hewani dalam upaya penanganan stunting.

 

Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Emma Kornelia Korwa, S.Pt., M.Si., mengungkapkan bahwa ribuan butir telur tersebut didapatkan atas partisipasi dan sumbangsih langsung dari asosiasi peternak ayam petelur lokal di Mimika yang bersinergi dengan pemerintah daerah.

 

"Telur-telur ini merupakan partisipasi dari para peternak ayam petelur lokal yang tergabung dalam asosiasi untuk memeriahkan HUT RI ke-81. Total yang disiapkan sebanyak 3.780 butir," ujar Emma Kornelia Korwa saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

 

Mengenai mekanisme pembagian, Disnakkeswan menyiasatinya secara fleksibel di sepanjang jalur parade. Tim Disnakkeswan yang mengawal mobil hias akan membagikan telur rebus satu per satu secara langsung kepada para penonton dan masyarakat yang memadati area pinggir jalan.

 

Emma menegaskan, meskipun tiap warga nantinya menerima porsi sederhana, aksi ini memiliki pesan mendalam tentang pentingnya kecukupan gizi keluarga.

 

"Meskipun masyarakat mungkin hanya menerima satu butir, kami ingin menunjukkan bahwa telur adalah sumber protein yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak maupun kesehatan orang tua. Ini juga menjadi bukti bahwa Mimika telah mampu mandiri dan berswasembada telur," paparnya.

 

Selain aksi bagi telur, Disnakkeswan juga menerjunkan Mobil Hias tematik yang didesain khusus menampilkan miniatur komoditas peternakan daerah, mulai dari ternak sapi, kambing, ayam, hingga babi. Mobil hias ini diposisikan sebagai media promosi guna memperkenalkan potensi besar sektor peternakan lokal Mimika kepada khalayak luas.

 

Aksi berbagi telur ini pun dipandang sebagai momentum strategis untuk menegaskan bahwa produksi telur lokal di Kabupaten Mimika saat ini sedang berada pada fase surplus. Emma memanfaatkan momen ini untuk mengimbau para pelaku usaha, pedagang, dan supplier di Timika agar mengutamakan dan menyerap hasil produksi peternak lokal ketimbang mendatangkan pasokan dari luar daerah.

 

Di sisi lain, edukasi gizi hewani ini menjadi kelanjutan dari komitmen Pemkab Mimika dalam mengentaskan angka stunting. Sebelumnya, program intervensi gizi berbasis peternakan yang menyasar kawasan pesisir dan pedalaman—seperti Distrik Amar, Ipaya, dan Kokonao—diklaim telah membuahkan hasil positif.

 

Guna menjaga stabilitas harga dan membantu penyerapan hasil ternak yang berlimpah, Disnakkeswan terus menggiatkan program pasar murah seraya mengupayakan formula kerja sama strategis antara pemerintah, peternak lokal, dan pihak swasta.

 

"Kami berharap Pemkab Mimika dan sektor swasta terus bergandengan tangan mencari solusi penyerapan hasil ternak, tidak hanya untuk ayam petelur yang saat ini surplus, tetapi juga untuk keberlanjutan peternak ayam potong lokal kita. Masalah yang ada di lapangan tentu kita selesaikan bersama agar para peternak daerah tetap eksis dan sejahtera," pungkas Emma.

 

Melalui sinergi karnaval budaya, promosi pangan lokal, dan kampanye pemenuhan gizi hewani ini, Disnakkeswan Mimika berharap masyarakat dapat merayakan kemerdekaan sekaligus makin sadar akan pentingnya mengonsumsi produk peternakan lokal yang sehat dan bergizi. (HK)

 

Postingan Terbaru