Transformasi Peternak Babi Mimika: Dari Skala Rumah Tangga Menuju Usaha Mandiri dan Profesional
TIMIKA, papuamctv.com —
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
(Disnakkeswan) mengambil langkah konkret dalam memperkuat perekonomian
masyarakat adat melalui program pemberdayaan berbasis Otonomi Khusus (Otsus).
Pada Kamis (06/08/2026), Disnakkeswan secara resmi membuka agenda Pelatihan
Penyuluhan Budidaya Ternak Babi bagi 435 Kepala Keluarga (KK) Orang Asli Papua
(OAP) yang tersebar di lima distrik kawasan Kota Mimika.
Kegiatan pelatihan dan pembekalan
teknis ini dipusatkan di Gedung Serbaguna Kantor GKI Klasis Mimika, Jalan Ottow
Geissler, Poros SP2–SP5 (Jembatan Waker), Kampung Minabua.
Pelaksanaan pelatihan ini bukan
sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bentuk prasyarat mutlak (syarat
edukatif) bagi calon penerima bantuan bibit ternak yang bersumber dari alokasi
Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026. Pemerintah Daerah berkomitmen
untuk memastikan bahwa setiap bantuan fisik—mulai dari bibit ternak, pakan,
hingga material pembangunan kandang seperti seng dan paku—diimbangi dengan
pengetahuan tata kelola yang memadai.
Kepala Bidang Pengembangan
Wilayah dan Penyuluhan Peternakan Disnakkeswan Kabupaten Mimika, Marhta H.L.
Kafiar, S.Pt., M.Si., menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk
menjawab permohonan masyarakat sekaligus mengawal tata kelola ternak agar tidak
mangkrak di tengah jalan.
"Ini adalah kegiatan
tahunan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Tahun 2026. Masyarakat yang
mengajukan permohonan bibit ternak ke pemerintah diakomodir dan dijawab melalui
bantuan Dana Otsus. Namun, sebelum mereka menerima ternak, mereka wajib mengikuti
pelatihan ini," ujar Marhta saat ditemui di lokasi kegiatan.
"Tujuannya adalah
membekali peternak dengan ilmu pemeliharaan yang baik—mulai dari manajemen
pakan, kebersihan kandang, hingga kepatuhan terhadap Peraturan Bupati Mimika
mengenai standar penataan lokasi kandang. Kami berharap peternak OAP tidak hanya
sekadar memelihara, tetapi mampu mengembangkan ternaknya secara berkelanjutan
sehingga manfaat nyata Dana Otsus benar-benar dirasakan," lanjutnya.
Dalam pembekalan materi teknis,
Disnakkeswan menghadirkan praktisi kesehatan hewan, drh. Erma Surfani,
yang memaparkan aspek pemeliharaan komprehensif dan kewaspadaan terhadap
penyakit ternak.
Menurut drh. Erma, kunci
keberhasilan peternakan babi rakyat terletak pada pencegahan dini dan sanitasi
lingkungan kandang yang disiplin.
"Materi yang kami
sampaikan berfokus pada penambahan wawasan peternak terkait sistem perkandangan
yang sehat, pola pemberian pakan berimbang, serta tata cara pencegahan
penyakit. Yang tidak kalah penting adalah membekali peternak agar mampu
mengenali gejala penyakit sedini mungkin, sehingga jika terjadi kasus sakit,
mereka dapat segera melapor ke dinas terkait untuk tindakan medis dengan
cepat," jelas drh. Erma.
Langkah terintegrasi antara
edukasi, regulasi perkandangan (Perbupati Mimika), dan pembagian stimulan
sarana-prasarana ini ditujukan untuk memecahkan persoalan fundamental peternak
lokal, terutama terkait produktivitas dan pemasaran hasil olahan ternak.
Melalui program ini, Pemerintah
Kabupaten Mimika menetapkan empat target utama pembangunan sektor peternakan,
yaitu:
- Peningkatan Produksi: Memaksimalkan volume
dan kualitas hasil ternak babi di tingkat peternak lokal.
- Peningkatan Pendapatan: Mengangkat taraf
hidup dan daya beli keluarga penerima manfaat melalui tata kelola usaha
ternak yang ekonomis.
- Penciptaan Lapangan Kerja: Membuka peluang
lapangan kerja berbasis kerakyatan dan kewirausahaan lokal di bidang
peternakan dan rantai pasoknya.
- Mutu Genetik & Populer Ternak:
Meningkatkan populasi serta kualitas genetik ternak babi di Mimika agar
mampu menjadi pusat sumber bibit ternak unggul daerah.
Integrasi antara pengucuran Dana Otsus 2026 dan bimbingan teknis berkala menjadi wujud nyata dari good governance dalam pengelolaan dana daerah di Tanah Papua. Dengan mengalihkan paradigma bantuan sosial pasif menjadi pemberdayaan aktif berorientasi edukasi, Pemkab Mimika optimistis peternak OAP mampu bertransformasi dari skala rumah tangga tradisional menuju pengelola usaha peternakan yang mandiri, berdaya saing, dan profesional. (HK)


















