Dinkes Mimika Sosialisasi KSO dan Penjaringan Lansia RISTI Bersama Lintas Sektor
Pada
09 Sep, 2026
TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya perlindungan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia (lansia), khususnya mereka yang masuk dalam kategori risiko tinggi atau Lansia Risiko Tinggi (RISTI).
Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Kerjasama Operasional (KSO) Pemantauan dan Penjaringan Lansia Risiko Tinggi (RISTI) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs.
Sosialisasi tersebut melibatkan lintas sektor dari enam distrik dan 10 Puskesmas di wilayah kota Kabupaten Mimika. Pelibatan berbagai unsur ini menjadi bagian penting dalam membangun pola kerja bersama agar pemantauan kondisi lansia dapat dilakukan secara lebih terarah, berkelanjutan, dan menjangkau kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Secara prinsip, KSO Pemantauan dan Penjaringan Lansia RISTI merupakan langkah untuk menyatukan persepsi, komitmen, serta pembagian peran antarinstansi dalam menemukan dan memantau lansia yang memiliki faktor risiko kesehatan.
Lansia risiko tinggi tidak hanya ditentukan berdasarkan usia, tetapi juga dapat dilihat dari berbagai kondisi yang menyertainya, seperti penyakit kronis, gangguan gizi, keterbatasan fisik, ketergantungan terhadap orang lain, hingga kondisi sosial seperti tinggal seorang diri atau minimnya dukungan keluarga.
Karena itu, proses penjaringan atau skrining secara dini menjadi sangat penting. Melalui penjaringan, petugas kesehatan bersama kader dan unsur terkait dapat mengidentifikasi lansia yang membutuhkan pemantauan lebih intensif sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum kondisi kesehatan semakin memburuk.
Selain skrining, kegiatan ini juga mendorong penguatan pemantauan berbasis kunjungan rumah atau home visit. Pendekatan tersebut memungkinkan tenaga kesehatan dan kader melihat secara langsung kondisi lansia di lingkungan tempat tinggalnya, termasuk kondisi fisik, status kesehatan, pola makan, kepatuhan terhadap pengobatan, serta kebutuhan pelayanan kesehatan lainnya.
Kerja sama lintas sektor juga diperlukan karena persoalan lansia tidak hanya berkaitan dengan aspek medis. Dukungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, pemerintah distrik dan kampung/kelurahan, kader, serta berbagai unsur masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan lansia tetap mendapatkan perhatian dan pelayanan yang layak.
Melalui KSO ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mendorong agar data lansia, proses penjaringan, pemantauan, hingga tindak lanjut pelayanan dapat berjalan secara terpadu. Dengan demikian, lansia yang masuk kategori risiko tinggi tidak hanya terdata, tetapi juga mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan.
Penguatan sistem tersebut diharapkan turut meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan lansia di wilayah kerja Puskesmas. Sekaligus memastikan kelompok lansia yang rentan tidak terlewat dari sistem pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pelayanan lansia merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara sektor kesehatan, pemerintah daerah, pemerintah distrik, Puskesmas, kader, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan berkesinambungan.
Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Kabupaten Mimika diharapkan mampu membangun sistem pelayanan lansia yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan ketika sakit, tetapi juga mengedepankan pencegahan, deteksi dini, pemantauan, pendampingan, dan peningkatan kualitas hidup lansia.


