Pemberdayaan IKM Papua Tengah: Pemkab Mimika Gandeng Kemenperin Cetak 105 Wirausaha Baru



TIMIKA, papuamctv.com — Pemerintah Kabupaten Mimika terus mempercepat langkah penguatan ekonomi berbasis kerakyatan melalui program penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru serta Industri Kecil dan Menengah (IKM). Langkah strategis ini diwujudkan melalui pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) terpadu yang dirancang untuk mencetak pelaku usaha lokal yang mandiri, produktif, inovatif, sekaligus mampu menyerap tenaga kerja di wilayah Mimika.

 

Kegiatan pembinaan yang berlangsung selama tiga hari tersebut merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika dengan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

 

Dalam pembukaan acara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada pemerintah pusat atas alokasi perhatian dan dukungan nyata terhadap pengembangan potensi IKM di Mimika.

 

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Perindustrian RI, khususnya Ditjen IKMA. Kegiatan ini merupakan momentum yang sangat penting. Kita tidak hanya berbicara mengenai pelatihan keterampilan teknis semata, tetapi bagaimana menciptakan wirausaha baru yang mandiri, produktif, inovatif, dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru," ujar Sabelina dalam sambutannya.

 

Pelatihan teknis periode ini diikuti oleh 105 peserta terpilih yang dibagi ke dalam tiga bidang keahlian terapan utama, yaitu:

  1. Pengolahan produk roti (bakery)
  2. Industri cetak sablon
  3. Teknisi jasa pemeliharaan/perbaikan Air Conditioner (servis AC)

 

Pemilihan ketiga komoditas dan keahlian ini dinilai sangat strategis dan responsif terhadap peta kebutuhan pasar lokal Mimika. Industri pengolahan roti menangkap peluang pasar konsumsi harian masyarakat yang kian meningkat, sektor sablon menjawab kebutuhan industri kreatif dan kegiatan publik, sedangkan jasa servis AC menjadi kebutuhan krusial di wilayah tropis Mimika yang sedang mengalami pertumbuhan infrastruktur pesat.

 

Tidak sekadar membekali peserta dengan keterampilan teknis (hard skills), Pemkab Mimika juga menghadirkan terobosan penting berupa pendampingan langsung proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) di lokasi kegiatan.

 

Sabelina menegaskan bahwa legalitas merupakan elemen vital agar IKM lokal tidak terus berada di sektor informal yang rentan, melainkan mampu bertransformasi menjadi unit usaha yang berdaya saing global.

 

"Legalitas usaha merupakan salah satu fondasi yang sangat penting agar usaha masyarakat dapat berkembang, memperoleh akses pendanaan (perbankan/lembaga keuangan), dapat mengikuti berbagai program bantuan pemerintah, serta memiliki peluang yang cukup besar di pasar yang lebih luas," tegasnya.

 

Ia pun berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan selama tiga hari dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, serta tidak ragu untuk memulai usaha dari skala kecil.

"Jangan takut untuk memulai usaha dari skala kecil, karena usaha-usaha besar seringkali dimulai dari langkah-langkah yang sederhana," tambah Sabelina membakar semangat para calon wirausahawan.

 

Pemkab Mimika memastikan bahwa jalinan komunikasi dan pembinaan tidak akan berhenti seiring ditutupnya rangkaian pelatihan. Disperindag Kabupaten Mimika berkomitmen untuk terus mengawal dan melakukan pembinaan pasca-pelatihan agar keberlanjutan usaha peserta dapat terpantau dengan baik.

 

Di akhir sambutannya, Sabelina secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada Arjuna Sakir, yang telah memberikan pengawalan dan kontribusi besar sehingga alokasi program pelatihan ini dapat terealisasi dan diselenggarakan di Kabupaten Mimika.

 

Melalui sinergi lintas sektor ini, lahirnya 105 wirausahawan baru di Mimika diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi keluarga, menurunkan tingkat pengangguran, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah secara berkelanjutan.

 

Postingan Terbaru