Perkokoh Karakter Generasi Muda sejak Dini, Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Pengamalan Pancasila Berbasis Keluarga

 


TIMIKA, papuamctv.com — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyelenggarakan Kegiatan Pembentukan dan Penumbuhan Karakter Keluarga akan Pentingnya Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara Tahun Anggaran 2026. Agenda yang berlangsung di Ruang Pertemuan Multipurpose Lantai 1 Hotel Grand Tembaga, Timika ini menjadi langkah strategis daerah dalam merawat ideologi bangsa dari ruang terkecil masyarakat, yakni keluarga.

 

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si. Turut hadir Kepala Badan Kesbangpol Mimika yang diwakili Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, Erius Kogoya, unsur Formasi Kepemimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta 200 peserta yang terdiri dari orang tua siswa dan guru pendamping jenjang SMP dan SMA se-Kabupaten Mimika.

 

Mengusung tema "Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak Melalui Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dalam Semua Aspek Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara", sosialisasi ini bertujuan membangun pondasi moral, toleransi, kemandirian, serta rasa tanggung jawab warga negara pada generasi muda di Mimika.

 

Pelaksanaan program ini dilandasi payung hukum yang kuat, di antaranya UU No. 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua, Permendagri No. 29 Tahun 2011 tentang Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila, serta DPA Kesbangpol Mimika TA 2026. Untuk membedah materi secara mendalam, panitia menghadirkan pakar dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, akademisi Institut Jambatan Bulan Timika, serta Fungsional Analis Kebijakan Kesbangpol Mimika.

 

Akademisi dari Institut Jambatan Bulan Timika yang juga mantan Kepala Badan Kesbangpol Mimika, Petrus Lewa Koten, S.H., M.Si., mengapresiasi langkah Kesbangpol yang menyasar keluarga sebagai titik awal penguatan ideologi. Menurutnya, keluarga adalah jangkar utama dalam pembangunan karakter bangsa.

 

"Pembangunan karakter atau character building suatu bangsa harus dimulai dari akarnya, yaitu keluarga. Jika kita bersosialisasi ke tokoh masyarakat atau politisi tetapi lupa pada fondasi dasar ini, kita akan kehilangan jangkarnya. Langkah Kesbangpol menggelar kegiatan ini sangat tepat dan bermanfaat," ujar Petrus.

 

Petrus juga menyoroti pentingnya peran guru di sekolah sebagai pendamping berkelanjutan bagi generasi muda agar nilai-nilai yang ditanamkan di rumah terus dihidupkan dalam lingkungan belajar.

 

"Anak-anak muda tidak bisa dilepas begitu saja, harus ada pembimbingan terus-menerus. Selain orang tua di rumah, guru-guru di sekolah memegang peran krusial sebagai pembimbing agar karakter Pancasila ini selalu dihidupkan dan dilaksanakan," tambahnya.

Selain penguatan di lingkungan keluarga dan sekolah, Petrus Lewa Koten menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai pembauran di tengah keberagaman masyarakat Mimika. Ia menilai, sekat-sekat pergaulan berbasis kelompok atau suku berpotensi menggerus persatuan jika tidak diantisipasi sejak dini.

 

"Salah satu alat mempererat bangsa adalah menanamkan sifat berbaur dengan siapa saja tanpa membuat sekat. Nilai pembauran ini penting disinggung agar penguatan karakter benar-benar berdampak nyata pada kerekatan sosial masyarakat," tegas Petrus.

 

Sejalan dengan hal tersebut, Kasubid Pembinaan Bangsa Kesbangpol Mimika, Lodefikus Kaize, S.STP., M.AP., menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor ini diharapkan melahirkan generasi penerus yang tangguh dan berideologi mantap.

 

"Kami mendatangkan narasumber langsung dari BPIP dan akademisi agar orang tua serta guru dapat menyerap materi dengan efektif. Harapannya, generasi penerus di Kabupaten Mimika memiliki karakter Pancasila yang kuat sehingga situasi daerah tetap kondusif, aman, damai, dan terus berkembang maju," tutup Lodefikus.

 

Melalui kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini, seluruh peserta dibekali materi interaktif serta fasilitas penunjang. Pemkab Mimika optimistis pendekatan berbasis keluarga dan pendidikan ini mampu memperkokoh ketahanan ideologi masyarakat di Tanah Mimika.

 

Postingan Terbaru