Pemkab Mimika Matangkan Perencanaan Penataan Bundaran Pohon Jomblo
TIMIKA, papuamctv.com —
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang resmi
memulai tahapan perencanaan penataan Bundaran Pohon Jomblo. Langkah ini
merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membenahi dan mempercantik
tata ruang Kota Timika.
Tahap awal penataan tersebut
dibahas dalam "Seminar Pendahuluan Perencanaan Bundaran Pohon Jomblo"
yang digelar di Hotel Cenderawasih Mimika, Selasa (1/9/2026). Forum ini
bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menyusun konsep kawasan
yang memadukan fungsi kelancaran lalu lintas, ruang terbuka hijau (RTH),
estetika, dan area publik.
Kegiatan ini dihadiri oleh
pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan Kantor ATR/BPN Mimika,
para kepala distrik, tokoh masyarakat, serta jajaran pemangku kepentingan
terkait. Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Ir. Yohana
Paliling, M.Si., juga turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Mimika
Johannes Rettob menegaskan bahwa penataan Bundaran Pohon Jomblo merupakan
komitmen daerah untuk menciptakan Kota Timika yang lebih tertata dan ramah
lingkungan.
"Rencana penataan dan
pembangunan Bundaran Pohon Jomblo ini bertujuan mempercantik wajah kota,
mengurai titik kemacetan, serta menyediakan ruang terbuka hijau yang ramah
publik, indah, dan berkelanjutan," ujar Johannes.
Ia menjelaskan, kawasan Bundaran
Pohon Jomblo memiliki nilai sejarah, sosial, dan ciri khas tersendiri bagi
warga Mimika. Oleh karena itu, konsep pembangunan modern yang diterapkan
nantinya akan tetap mempertahankan karakter lokal kawasan tersebut.
Dari aspek lingkungan, penataan
difokuskan pada penguatan fungsi RTH untuk menjaga daerah resapan air dan
paru-paru kota di tengah pesatnya pertumbuhan permukiman serta kawasan
komersial. Selain itu, kawasan ini dirancang menjadi ruang interaksi sosial yang
nyaman dan sehat sekaligus landmark baru Kabupaten Mimika.
Sementara dari sektor
transportasi, penataan ditujukan untuk memperbaiki standardisasi jalan serta
pengaturan persimpangan. Dengan sistem navigasi dan pergerakan kendaraan yang
lebih teratur, diharapkan titik kemacetan serta potensi bahaya lalu lintas di
persimpangan dapat berkurang secara signifikan.
Bupati menyampaikan apresiasi
kepada seluruh pihak, mulai dari konsultan perencana hingga masyarakat yang
terlibat. Ia berharap masukan konstruktif dari para peserta seminar dapat
mematangkan dokumen perencanaan agar hasil akhir benar-benar menjawab kebutuhan
warga dan mendukung mobilitas perkotaan secara berkelanjutan.



