Bupati Mimika Pimpin Upacara Sumpah Pemuda di Potowaiburu, Pendidikan Jadi Perhatian Utama



POTOWAIBURU – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Mimika berlangsung khidmat di halaman Kantor Distrik Mimika Barat Jauh, Potowaiburu, Rabu (28/10/2026). Bupati Mimika, Johannes Rettob, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan yang mengangkat semangat persatuan dan pembangunan generasi muda hingga wilayah terjauh Mimika.

Upacara dipimpin oleh Kepala Distrik Mimika Barat Jauh, Everardus Rico Kukuareyau, serta diikuti pegawai distrik dan kampung, siswa-siswi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), anggota DPRK Mimika, dan masyarakat setempat. Siswa-siswi SMP Negeri Potowaiburu mendapat kepercayaan sebagai pasukan pengibar Bendera Merah Putih.

Dalam arahannya, Bupati Johannes Rettob menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal utama bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah, mulai dari kampung hingga perkotaan. Ia juga mengajak para orang tua agar terus mendukung anak-anak mereka menempuh pendidikan sehingga kelak mampu menjadi generasi penerus dan pemimpin di tanahnya sendiri.

Usai upacara, Bupati bersama anggota DPRK Mimika, Herman Gafur, dan sejumlah pemangku kepentingan meninjau langsung kondisi SMP Negeri Potowaiburu. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kebutuhan pendidikan di wilayah Mimika Barat Jauh, mulai dari fasilitas sekolah, ketersediaan tenaga pengajar, hingga sarana pendukung proses belajar mengajar.

Herman Gafur menyampaikan bahwa peringatan Sumpah Pemuda di wilayah terjauh Mimika menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika yang menghadirkan peringatan tersebut di Potowaiburu, sekaligus mendorong agar semangat Sumpah Pemuda diwujudkan melalui langkah nyata bagi kemajuan generasi muda.

Menurutnya, penguatan infrastruktur pendidikan, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, serta penyediaan fasilitas belajar yang memadai perlu menjadi perhatian bersama. Untuk wilayah pesisir dan pegunungan, ia menilai model sekolah berasrama dapat menjadi salah satu solusi guna mendukung keberlangsungan pendidikan dan mengawasi perkembangan peserta didik, dengan tetap memperhatikan kebutuhan serta kondisi masing-masing sekolah.

Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi penambahan ruang asrama untuk mengatasi kepadatan siswa, fasilitas dapur sekolah, sarana olahraga, serta laboratorium komputer guna memperluas akses siswa terhadap pembelajaran berbasis teknologi informasi.

Herman juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRK, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan. Komunikasi yang konstruktif dan fokus pada penyelesaian persoalan dinilai perlu dikedepankan agar kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil dapat ditangani secara berkelanjutan.


Peringatan Sumpah Pemuda di Potowaiburu tidak hanya menjadi simbol semangat persatuan, tetapi juga membuka ruang bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk melihat langsung kebutuhan masyarakat di wilayah yang berbatasan dengan kabupaten lain tersebut.

Momentum ini diharapkan memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas dan merata, sehingga generasi muda Mimika, termasuk yang berada di wilayah pesisir dan pedalaman, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi masa depan daerahnya.


Postingan Terbaru