Ketua DPD II KNPI Mimika Dorong Pemerataan Pendidikan dan Pemberdayaan Pemuda di Wilayah Pesisir
Pada
29 Okt, 2026
TIMIKA – Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mimika, Rafael Taorekeyau, menegaskan bahwa pemerataan pendidikan, pembangunan infrastruktur dasar, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi perhatian utama pemerintah, khususnya di wilayah pelosok Kabupaten Mimika.
Menurut Rafael Taorekeyau, pendidikan merupakan program dasar negara yang wajib diperhatikan oleh pemerintah pusat hingga daerah. Karena itu, ia menilai kunjungan langsung pimpinan daerah bersama DPRD ke wilayah pelosok sangat penting untuk melihat kondisi nyata masyarakat, terutama terkait fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Rafael saat mengikuti peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kampung Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh, Kabupaten Mimika. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting karena peringatan Sumpah Pemuda dilaksanakan langsung di wilayah pesisir yang jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.
Rafael mengatakan, dalam kunjungan tersebut, Bupati Mimika bersama rombongan melihat secara langsung kondisi sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Potowaiburu. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kedisiplinan dan keaktifan tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah yang menurut hasil temuan di lapangan telah tiga tahun tidak hadir di sekolah.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu dievaluasi secara serius oleh instansi terkait agar pelayanan pendidikan kepada anak-anak di wilayah pelosok dapat berjalan sebagaimana mestinya. Selain itu, terdapat bangunan sekolah yang secara fisik masih cukup baik, tetapi membutuhkan renovasi pada bagian tertentu agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih optimal.
“Pendidikan merupakan program dasar negara yang wajib diperhatikan dari pusat sampai ke daerah. Karena itu, pimpinan daerah perlu turun langsung melihat kondisi sekolah, puskesmas, infrastruktur, dan kebutuhan ekonomi masyarakat di wilayah pelosok,” ujar Rafael.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat juga sangat penting dalam menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di kampung kepada pemerintah. Informasi tersebut dapat disalurkan melalui pemerintah distrik dan pemerintah kampung agar menjadi perhatian serta ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten.
Rafael menilai pelaksanaan upacara Sumpah Pemuda di Kampung Potowai Buru merupakan kado istimewa bagi generasi muda Mimika. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dan perhatian terhadap pembangunan pemuda harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk kampung-kampung yang berada jauh dari pusat pemerintahan.
Ia juga menegaskan bahwa KNPI Mimika berkomitmen memperluas jangkauan organisasi hingga ke tingkat distrik. Setelah pelantikan kepengurusan, KNPI akan mendorong pembentukan Dewan Pengurus Kecamatan (DPC) di setiap distrik melalui proses pemilihan yang dilaksanakan langsung di wilayah masing-masing, mulai dari kawasan pegunungan hingga pesisir.
Rafael menjelaskan, ke depan KNPI akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah distrik untuk menjalankan berbagai program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Organisasi kepemudaan, kata dia, tidak boleh hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menghadirkan program nyata yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan, kami ingin lebih fokus pada hal-hal mendasar, seperti pertanian dan perikanan. Kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah distrik untuk menjalankan program-program yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
Selain pemberdayaan ekonomi, Rafael menilai pemuda Mimika perlu dipersiapkan untuk menghadapi perkembangan dunia usaha dan industri. Menurutnya, apabila Mimika terus berkembang sebagai daerah industri, generasi muda harus memiliki keterampilan, kesiapan, serta kemampuan untuk mengambil bagian dalam peluang pembangunan tersebut.
Di bidang olahraga, KNPI Mimika juga berencana membentuk tim-tim khusus di tingkat distrik, termasuk tim bola voli dan sepak bola, sebagai wadah pengembangan bakat generasi muda. Rafael mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan manajemen salah satu tim sepak bola di Timika untuk menjajaki dukungan KNPI agar tim tersebut dapat berpartisipasi dalam kompetisi Liga 4.
Ia berharap pengembangan olahraga di tingkat distrik dapat menjadi sarana pembinaan atlet muda sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda Mimika untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Rafael menyampaikan apresiasi kepada Bupati Mimika yang telah hadir dan memimpin langsung upacara peringatan Sumpah Pemuda di Kampung Potowai Buru. Ia juga berterima kasih kepada Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika atas fasilitasi kegiatan tersebut, serta kepada organisasi kepemudaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung, yakni GMKI, PMKRI, HMI, dan organisasi lainnya yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan.
Menurut Rafael, peringatan hari-hari nasional di masa mendatang perlu sesekali dilaksanakan di wilayah pelosok agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat merasakan langsung semangat kebangsaan dan memiliki rasa nasionalisme yang semakin kuat.
Ia berharap momentum Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat perhatian terhadap pendidikan, pemberdayaan ekonomi, olahraga, serta pengembangan kapasitas pemuda di seluruh wilayah Kabupaten Mimika.


