Dinkes Mimika Perketat Pemantauan Kesehatan Warga Pasca kabut Asap
Pada
03 Nov, 2026
TIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika meningkatkan pengawasan terhadap kondisi kesehatan masyarakat menyusul dampak kabut asap yang sempat menyelimuti sejumlah wilayah. Seluruh puskesmas diminta meningkatkan kesiapsiagaan dengan memantau kondisi warga serta memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.
Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, mengatakan bahwa meskipun intensitas kabut asap mulai menurun, masyarakat tetap perlu mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan kesehatan, khususnya penyakit yang menyerang saluran pernapasan.
Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin, (02/11/2026).
Menurut Marselino, berkurangnya kabut asap belum menjadi alasan untuk menghentikan pemantauan kesehatan. Dinas Kesehatan tetap mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus penyakit yang berkaitan dengan paparan asap, terutama pada kelompok masyarakat yang rentan.
Ia meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tetap memperhatikan kondisi warga dan segera memberikan penanganan apabila ditemukan masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Mimika telah mengarahkan seluruh puskesmas untuk melakukan pemantauan secara aktif terhadap perkembangan kesehatan masyarakat di wilayah kerja masing-masing. Setiap warga yang datang berobat juga harus mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan medis.
Selain itu, puskesmas diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan kondisi kesehatan masyarakat secara rutin kepada Dinas Kesehatan, baik harian maupun mingguan. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui perkembangan kasus serta menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Marselino juga menekankan pentingnya kedisiplinan tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas, termasuk petugas yang ditempatkan di wilayah pesisir dan daerah terpencil. Ia meminta seluruh tenaga medis tetap berada di lokasi penugasan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.
Menurutnya, keberadaan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan medis secara berkelanjutan, terutama ketika terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
Selain membahas dampak kabut asap, Marselino turut menyampaikan perkembangan pelayanan kesehatan di Distrik Jila yang hingga kini belum sepenuhnya berjalan normal akibat situasi keamanan yang belum kondusif.
Dinas Kesehatan masih mengikuti perkembangan kondisi di wilayah tersebut sebelum mengambil langkah untuk mengaktifkan kembali pelayanan kesehatan secara normal. Pertimbangan keselamatan tenaga kesehatan menjadi faktor utama dalam menentukan waktu pelaksanaan pelayanan.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap memperhatikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Jila agar tidak terabaikan selama kondisi keamanan belum memungkinkan.
Marselino berharap pelayanan kesehatan di wilayah tersebut dapat kembali beroperasi pada November 2026, apabila situasi sudah dinyatakan aman bagi tenaga kesehatan untuk kembali menjalankan tugas.
Di bidang pencegahan penyakit, Dinas Kesehatan Mimika juga terus mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, termasuk peserta didik di lingkungan sekolah.
Marselino mengatakan, pembiasaan hidup sehat perlu ditanamkan sejak dini melalui pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Ia menilai upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada pelayanan medis ketika mengalami sakit, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sebelum penyakit muncul.
Menurutnya, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko penyakit dan membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.
Sementara itu, terkait pembangunan sarana sanitasi seperti fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di kampung-kampung, Marselino menjelaskan bahwa peran Dinas Kesehatan lebih difokuskan pada pemberian edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat.
Melalui berbagai langkah tersebut, Dinkes Mimika berupaya memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit.
Pemerintah daerah berharap seluruh tenaga kesehatan dapat menjalankan tugas secara optimal di wilayah perkotaan, pesisir hingga pedalaman, sehingga masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan berkesinambungan.


