libatkan 38 Wilayah, KORMI, PERSEJASI dan GKI Klasis Mimika Matangkan Persiapan Turnamen Christianis Walking Football 2026
TIMIKA – Gereja tidak hanya memiliki tanggung jawab membangun kehidupan rohani umat, tetapi juga mendorong terciptanya masyarakat yang sehat, aktif, dan memiliki semangat persaudaraan. Hal inilah yang mendasari kolaborasi Badan Pekerja Klasis (BPK) GKI Mimika, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Mimika, dan Perkumpulan Sepak Bola Berjalan Indonesia (PERSEJASI) dalam mengembangkan Christianis Walking Football di lingkungan gereja.
Melalui program tersebut, ketiga organisasi menyiapkan Turnamen Christianis Walking Football 2026 dengan melibatkan 38 wilayah pelayanan Gereja Kristen Injili (GKI) se-Klasis Mimika. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal pengembangan olahraga masyarakat berbasis gereja sekaligus mendorong pembentukan klub walking football di setiap wilayah pelayanan.
Ketua KORMI Kabupaten Mimika sekaligus Ketua PERSEJASI Provinsi Papua Tengah, Habel Taime, mengatakan bahwa olahraga merupakan salah satu sarana penting untuk mendukung kesehatan umat. Menurutnya, gereja memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran hidup sehat melalui kegiatan olahraga yang dapat melibatkan berbagai kelompok usia.
Pandangan tersebut sejalan dengan penyampaian perwakilan BPK GKI Klasis Mimika, Penatua Yohanis Samuel Nussy, yang menilai bahwa umat yang sehat secara jasmani akan lebih bersemangat dalam bekerja, melayani keluarga, membangun masyarakat, dan mengambil bagian dalam pelayanan Tuhan. Karena itu, walking football diharapkan menjadi sarana mempererat kebersamaan, baik bagi kaum bapak maupun ibu-ibu.
Sebagai langkah awal, BPK GKI Klasis Mimika bersama KORMI dan PERSEJASI menggelar Workshop Christianis Walking Football pada Jumat (30/10/2026). Workshop yang dibuka secara resmi oleh Penatua Yohanis Samuel Nussy tersebut mengangkat tema “Membangun Klub yang Tertib Organisasi, Memahami Aturan, dan Terampil dalam Permainan Sepak Bola Berjalan bagi Kemuliaan Tuhan.”
Dalam workshop tersebut, Ketua Harian PERSEJASI Provinsi Papua Tengah, dr. Leonard Pardede, Sp.OG., Subsp. Obginsos, membawakan materi tentang manfaat walking football bagi kesehatan dan prinsip keselamatan lansia. Ia menjelaskan bahwa olahraga sepak bola berjalan dapat menjadi alternatif aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran, khususnya bagi kelompok usia lanjut, dengan tetap memperhatikan kemampuan fisik dan keselamatan peserta.
Ia juga mengingatkan bahwa tubuh merupakan bait Roh Kudus yang harus dijaga dan dipelihara. Mengutip 1 Timotius 4:8, ia menegaskan bahwa latihan badani memiliki manfaat, meskipun latihan rohani tetap mempunyai nilai yang lebih utama. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tubuh juga merupakan bagian dari tanggung jawab iman.
Selanjutnya, Habel Taime memberikan pemahaman mengenai aturan dasar walking football. Beberapa ketentuan yang ditekankan antara lain pemain tidak diperbolehkan berlari, melakukan tekel atau sliding, melakukan kontak fisik berlebihan, maupun merebut bola dengan cara yang membahayakan pemain lain. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai aturan bola rendah dan pentingnya komunikasi antarpemain untuk menciptakan pertandingan yang aman, tertib, serta sportif.
Sementara itu, Coach Swingli Puraro memberikan pelatihan praktik teknik dasar permainan, meliputi passing, positioning, penguasaan bola, permainan mini, hingga simulasi pertandingan. Dalam sesi tersebut juga digelar pertandingan persahabatan antara Timnas PERSEJASI Papua Tengah U-60 melawan U-50.
Kedua tim tersebut dipersiapkan untuk mewakili PERSEJASI Provinsi Papua Tengah dalam ajang Asia Pasifik Walking Football yang dijadwalkan berlangsung di Klang, Selangor, Malaysia, pada April 2027. Selain pertandingan persahabatan, tim PERSEJASI juga melakukan latihan bersama peserta dari jemaat GKI Klasis Mimika agar mereka memperoleh pengalaman langsung mengenai teknik dan penerapan aturan permainan.
Pada sesi evaluasi, Ketua PERSEJASI Kabupaten Mimika, Arlius Suebu, menyampaikan bahwa workshop tersebut merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran jemaat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas olahraga.
Ia berharap, setelah mengikuti pembekalan, peserta dapat mengembangkan walking football di wilayah pelayanan masing-masing dengan membentuk klub jemaat. Menurutnya, olahraga ini perlu didorong menjadi bagian dari Program Pelayanan Kesehatan dan Olahraga Jemaat, sehingga keberadaannya tidak hanya sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga menjadi bentuk nyata pelayanan gereja bagi umat dan masyarakat.
Workshop kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ibu Pdt. Christina Maniamboi, S.Si.
Melalui kolaborasi BPK GKI Klasis Mimika, KORMI Kabupaten Mimika, dan PERSEJASI, pengembangan Christianis Walking Football diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan turnamen, tetapi berlanjut menjadi gerakan olahraga masyarakat yang tumbuh di seluruh 38 wilayah pelayanan GKI se-Klasis Mimika.
Dengan demikian, gereja diharapkan semakin hadir dalam menjawab kebutuhan umat secara menyeluruh, melalui pembinaan iman, pemeliharaan kesehatan jasmani, serta penguatan persaudaraan dan solidaritas sosial.
Sehat tubuh, kuat iman, erat persaudaraan, dan melayani bagi kemuliaan Tuhan.


