Kepala Distrik Mimika Baru Dorong Digitalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Wujudkan Timika Bersih dan Bebas Banjir
Pada
20 Jan, 2026
Timika, papuamctv.com – Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Daniel Luhukay, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola kebersihan lingkungan yang lebih baik melalui inovasi digital dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Distrik Mimika Baru, Papua Tengah, Selasa (20/1/2025).
Joel menjelaskan, Distrik Mimika Baru tengah merancang sistem inovasi berbasis digitalisasi sebagai sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Sistem ini akan memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, serta website resmi distrik agar informasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya terkait kebersihan Kota Timika dan penanganan sampah.
“Kami akan gunakan satu sistem digital terintegrasi agar pesan-pesan kebersihan bisa sampai ke masyarakat. Jangan lagi buang sampah di kali, selokan, atau sembarang tempat. Sampah cukup diletakkan di depan rumah, nanti akan dijemput,” tegas Joel.
Dalam mendukung upaya tersebut, Distrik Mimika Baru juga akan memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kerja sama ini difokuskan pada penanganan drainase, selokan tersumbat, jembatan rendah, serta titik-titik rawan banjir yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah kelurahan.
Joel menyebutkan, sejak awal tahun pihaknya telah turun langsung ke seluruh kelurahan untuk mengidentifikasi kendala di lapangan. Hasil temuan tersebut akan disampaikan secara resmi kepada Dinas PU agar dapat ditindaklanjuti melalui program teknis, termasuk kemungkinan penggunaan alat berat untuk membersihkan drainase yang tertutup beton dan sulit dijangkau secara manual.
Memasuki tahun program 2026, Distrik Mimika Baru menempatkan kebersihan kota sebagai prioritas utama. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui program pemberdayaan masyarakat dan padat karya, di mana warga akan dilibatkan langsung dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan di wilayah tempat tinggal masing-masing.
“Warga akan kita libatkan bekerja di wilayahnya sendiri, supaya mereka punya rasa tanggung jawab atas kebersihan lingkungan, jalan, dan drainase di sekitar rumah mereka,” jelasnya.
Selain itu, program bank sampah juga tetap dilanjutkan dan diperkuat. Masyarakat didorong untuk memilah sampah dari rumah, kemudian menjualnya melalui bank sampah atau titik-titik penampungan yang telah disiapkan. Bahkan ke depan, Distrik Mimika Baru berencana melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar edukasi pengelolaan sampah dimulai sejak dini.
Dalam upaya pencegahan banjir, Joel menegaskan bahwa persoalan utama bukan semata-mata pada infrastruktur, tetapi juga perilaku masyarakat. Banyak kasus banjir terjadi akibat sampah yang dibuang sembarangan dan menyumbat aliran air di selokan maupun kali.
“Banjir itu datang karena ketidakpedulian kita sendiri terhadap lingkungan. Sampah dibuang ke got, ke kali, bahkan ada rumah dibangun di atas aliran air, akhirnya air tersumbat dan meluap ke rumah warga,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Distrik Mimika Baru menetapkan agenda kerja bakti massal dua kali dalam sebulan, yakni pada minggu pertama dan minggu terakhir, yang melibatkan seluruh kelurahan dan kampung. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama menjaga kebersihan dan mencegah banjir di wilayah Distrik Mimika Baru.
Di sisi pelayanan pemerintahan, Joel juga melakukan pembenahan internal dengan mewajibkan apel pagi rutin, penerapan sistem pelayanan bergilir antar seksi, serta penyesuaian SOP pelayanan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, tertib, dan sesuai fungsi.
“Kami ingin pelayanan pemerintahan berjalan disiplin dan maksimal, seiring dengan upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Distrik Mimika Baru menargetkan terwujudnya Kota Timika yang bersih, tertata, dan bebas dari praktik pembuangan sampah liar, melalui kolaborasi pemerintah dan partisipasi aktif seluruh masyarakat. (Ian)



















