Menanam Integritas di Hari Pertama: Langkah Tegas Bupati Johannes Rettob Benahi Disiplin ASN Mimika



TIMIKA, papuamctv.com – Matahari baru saja meninggi di ufuk timur Bumi Cenderawasih saat ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) berkumpul di lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Senin (5 Januari 2026) pagi itu bukan sekadar penanda dimulainya kalender kerja tahun 2026, melainkan menjadi momentum krusial bagi transformasi birokrasi di bawah kepemimpinan Bupati Mimika, Johannes Rettob.

Suasana apel pagi yang biasanya bersifat seremonial mendadak berubah menjadi serius. Tepat pukul 08.00 WIT, usai memberikan penghormatan, Bupati Johannes Rettob tidak langsung kembali ke podium. Ia justru melangkah turun, menyisir barisan demi barisan peserta apel dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, Bupati memeriksa detail kelengkapan atribut setiap pegawai. Papan nama yang terpasang, kerapian seragam dinas, penggunaan sepatu yang sesuai aturan, hingga kerapian rambut tidak luput dari pandangannya. Bagi Bupati Rettob, atribut bukan sekadar aksesori, melainkan simbol profesionalisme dan identitas seorang abdi negara yang siap melayani masyarakat.

Di hadapan ratusan pasang mata, Bupati Rettob menyampaikan arahan yang tegas dan lugas. Beliau menyoroti fenomena klasik yang kerap terjadi pasca-libur panjang, yaitu kecenderungan pegawai untuk menambah waktu libur tanpa keterangan resmi.

"Tolong diperhatikan pegawai yang tidak hadir pagi ini. Saya instruksikan seluruh pimpinan OPD untuk mendata secara akurat. Cari tahu alasannya secara jelas; apakah benar-benar sakit, izin resmi, atau sengaja memperpanjang liburan sendiri. Kita tidak akan menoleransi ketidakhadiran tanpa dasar yang sah," tegas Johannes Rettob dengan nada berwibawa.

Lebih jauh, Bupati memberikan peringatan keras terhadap praktik kecurangan absensi yang mencoreng integritas birokrasi. Beliau menyentil kebiasaan buruk oknum pegawai yang hanya menampakkan diri saat mesin absensi menyala di pagi hari, lalu menghilang dan hanya kembali saat jam pulang.

"Kebiasaan lama harus ditinggalkan. Tidak boleh lagi ada pegawai yang hanya datang untuk absen pagi lalu pulang, kemudian muncul lagi hanya untuk absen sore. Itu bukan bekerja, itu membohongi negara dan masyarakat," lanjutnya.

Instruksi Bupati tidak berhenti pada soal kehadiran. Beliau juga menekankan larangan meninggalkan kantor pada jam kerja tanpa izin atasan serta budaya datang terlambat. Menurutnya, setiap detik waktu kerja ASN dibiayai oleh rakyat, sehingga harus dikembalikan dalam bentuk kinerja yang nyata.

Aksi sidak di hari pertama kerja ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa seluruh program pembangunan daerah tahun 2026 dapat berjalan sesuai target. Bupati menyadari bahwa pelayanan publik yang prima hanya bisa terwujud jika motor penggeraknya—yaitu para ASN—memiliki mentalitas yang disiplin dan bertanggung jawab.

"Apel gabungan perdana ini adalah momentum awal kita. Kita ingin membangun birokrasi yang lebih tertib, lebih berintegritas, dan benar-benar berorientasi pada pelayanan masyarakat. Jika dari hari pertama kita sudah tidak tertib, bagaimana kita bisa mencapai target besar di akhir tahun nanti?" pungkasnya. (ian)

Postingan Terbaru