Musrenbang Distrik Mimika Baru 2026: Sinkronisasi 272 Aspirasi Warga Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Pada
05 Mar, 2026
TIMIKA, papuamctv.com – Proses perencanaan pembangunan di wilayah Distrik Mimika Baru memasuki tahapan krusial dengan digelarnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik pada Kamis, 5 Maret 2026. Bertempat di Ballroom Hotel Kangguru, forum strategis ini menjadi jembatan untuk menyelaraskan usulan masyarakat dari tingkat bawah dengan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk tahun anggaran 2026.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan Forkopimda serta pemangku kepentingan terkait. Pelaksanaan Musrenbang kali ini dipandang sebagai momentum penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang partisipan, transparan, dan akuntabel, di mana setiap program yang direncanakan harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah perkotaan maupun kampung.
Dalam arahannya, Pemerintah Kabupaten Mimika menekankan pentingnya penyusunan skala prioritas yang tepat sasaran, terutama pada sektor infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi lokal. Fokus pembangunan tahun 2026 diarahkan pada penguatan sinergi lintas sektor guna menghadapi tantangan keterbatasan aksesibilitas dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung pembangunan yang inklusif di Distrik Mimika Baru yang memiliki potensi sumber daya besar.
Berdasarkan hasil verifikasi dari tingkat 11 kelurahan dan 3 kampung, Kepala Distrik Mimika Baru, Joel D. Luhukay, SE., melaporkan terdapat sebanyak 272 aspirasi yang telah terangkum. Serangkaian usulan tersebut mencakup berbagai permasalahan mendesak yang selama ini menjadi keluhan utama warga di lapangan, mulai dari kondisi kantor kelurahan yang kurang memadai hingga isu perumahan tidak layak huni yang memerlukan perhatian serius dari dinas terkait.
Salah satu fokus utama yang mengemuka dalam forum tersebut adalah penanganan masalah banjir dan genangan air yang kerap melanda wilayah Mimika Baru. Diperlukan kolaborasi intensif antara Distrik dengan Dinas PUPR untuk melakukan normalisasi kali yang mulai dangkal serta perbaikan sistem drainase. Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian khusus, terutama dalam upaya menekan angka kasus malaria melalui kerja sama taktis antara Dinas Kesehatan dan pihak Puskesmas setempat.
Melalui Musrenbang ini, seluruh usulan yang telah diverifikasi akan dibawa menuju tingkat Kabupaten Mimika. Harapannya, hasil dari forum ini tidak hanya menjadi dokumen administratif semata, tetapi bertransformasi menjadi program kerja nyata yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan seluruh masyarakat di Distrik Mimika Baru secara berkelanjutan. (HK)




















