Akselerasi Investasi di Mimika: Strategi "Jemput Bola" dan Diplomasi Pameran Menuju Puncak Papua Tengah

 


TIMIKA, papuamctv.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mimika terus memperkuat posisinya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Melalui strategi promosi yang agresif dan penyusunan dokumen potensi yang matang, Mimika kini menjadi "wajah" kemajuan investasi di Provinsi Papua Tengah.


Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Mimika, Fredy Hendry, S.T., M.Si., mengungkapkan bahwa efektivitas promosi investasi Mimika bertumpu pada dua pilar utama: partisipasi aktif dalam pameran nasional/internasional dan penyusunan dokumen Investment Ready Project to Offer (IPRO).


Selama ini, Mimika identik dengan sektor pertambangan. Namun, di bawah kepemimpinan Bupati Mimika, pemerintah daerah mulai menggeser fokus untuk memacu sektor-sektor non-tambang agar lebih kompetitif di pasar global.


"Tujuan kami jelas: menarik investor dari luar dengan mempromosikan semua sektor, mulai dari perikanan, peternakan, perdagangan, hingga pariwisata. Kami ingin meyakinkan mereka bahwa berinvestasi di Timika itu aman dan sangat prospektif," ujar Fredy Hendry saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/04/2026).


Sepanjang tahun 2026, DPMPTSP fokus mempromosikan komoditas Kopi Mimika. Setelah sukses menyusun dokumen IPRO sektor perikanan pada 2024 dan kopi pada 2025, tahun ini pemerintah tengah menyiapkan dokumen serupa untuk sektor pariwisata.


"Tahun ini kami membawa sampel kopi binaan dari perkebunan lokal ke berbagai pameran. Kami ingin dunia tahu bahwa kopi dari Timika memiliki kualitas yang bisa diadu dan prospek pabrik pengolahannya sangat terbuka lebar," tambah Fredy.


Selain promosi keluar, DPMPTSP juga menerjemahkan visi Bupati Mimika tentang pembangunan "dari kampung ke kota" melalui program jemput bola. Tim pelayanan perizinan kini turun langsung ke wilayah pesisir dan pedalaman untuk memberikan sosialisasi serta pengurusan izin di tempat bagi pelaku usaha kecil.


Fredy menjelaskan bahwa integrasi antar-bidang di DPMPTSP sangat krusial. Sementara bidang pelayanan fokus pada legalitas usaha, bidang promosi menyiapkan strategi agar produk UMKM tersebut bisa dilirik pasar luas.

"Kami tidak hanya bic

ara teori. Kami membawa bukti nyata seperti kehadiran pusat perbelanjaan modern, hotel berbintang, hingga fasilitas bioskop (XXI) di Timika untuk menunjukkan bahwa infrastruktur kita sudah sangat siap mendukung gaya hidup dan kebutuhan investor," tegasnya.


Prestasi Mimika dalam urusan investasi bukan sekadar klaim sepihak. Fredy mengungkapkan bahwa stan pameran DPMPTSP Mimika langganan meraih predikat Juara 1 Inovasi dan Stan Terbaik di berbagai ajang nasional, mulai dari Jogja hingga Batam.


Keberhasilan ini membawa Mimika pada posisi leading sector di Papua Tengah. Bahkan, dalam waktu dekat, Mimika akan menjadi pusat Rapat Koordinasi Provinsi (Rakorprov) sekaligus menjadi lokasi Studi Tiru bagi enam kabupaten lain di Papua Tengah.


"Mereka datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) kita untuk belajar. Sekarang, kabupaten lain tidak perlu jauh-jauh ke Jayapura atau Makassar, cukup ke Timika. Fasilitas dan sistem kita sudah menjadi standar percontohan," kata Fredy dengan nada optimis.


Promosi masif ini terbukti memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi daerah. Selain peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi dan pajak dari investor baru, indeks pembangunan manusia di Mimika juga ikut terdongkrak.


Fredy menutup sesi wawancara dengan menegaskan komitmen kolaborasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Kami rutin berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Dinas Perkebunan untuk memastikan data dan sampel produk yang kita bawa keluar adalah yang terbaik. Intinya, Mimika siap, Mimika aman, dan Mimika terbuka untuk kemajuan," pungkasnya. (HK)

 

Postingan Terbaru