Hadiri Rapat APKASI 2026, Johannes Rettob Tekankan Sinergi Pusat-Daerah demi Kesejahteraan Masyarakat Mimika
JAKARTA, papuamctv.com –
Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., MM., menghadiri agenda krusial
dalam Rapat Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia
(APKASI) ke-II Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (13/4/2024). Pertemuan
ini menjadi panggung bagi para kepala daerah untuk menyoroti isu sensitif
terkait krisis pengelolaan keuangan daerah yang dinilai masih belum berimbang
antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam forum tersebut, Johannes
Rettob bersama jajaran pengurus APKASI secara tegas menyuarakan perlunya
reformasi kebijakan fiskal. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang sinergi
untuk menyatukan opini daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin
kompleks.
Bupati Johannes Rettob menekankan
bahwa sinergi antar-daerah sangat penting untuk mendorong kebijakan yang lebih
adil dan berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa distribusi
sumber daya keuangan harus selaras dengan realita pembangunan di lapangan.
"Kami hadir di sini untuk
membawa kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Tujuannya jelas:
mendorong kebijakan yang lebih inklusif langsung kepada Presiden Republik
Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, demi kemajuan ekonomi yang merata dari Sabang
sampai Merauke," ujar Johannes Rettob di sela-sela rapat.
Dalam rapat tersebut, APKASI
merumuskan beberapa poin rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada
Pemerintah Pusat, antara lain:
- Sinkronisasi Opini: Membangun satu suara
antar-kabupaten untuk memperkuat daya tawar daerah di tingkat nasional.
- Komunikasi Solutif: Mendorong pola
komunikasi yang lebih "hangat" dan terbuka antara Pusat dan
Daerah agar tidak terjadi tumpang tindih regulasi.
- Keadilan Anggaran: Memastikan postur APBN
dan skema transfer ke daerah mampu menjawab kebutuhan riil pembangunan
infrastruktur dan sosial di tingkat lokal.
APKASI memandang bahwa
keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada stabilitas keuangan di
tingkat kabupaten. Oleh karena itu, pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan
solusi konkret atas ketimpangan pengelolaan anggaran yang selama ini menghambat
akselerasi pembangunan di daerah terpencil maupun berkembang.
Melalui rapat dewan pengurus ini,
para bupati berharap Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo
Subianto dapat merespons aspirasi tersebut dengan kebijakan yang lebih berpihak
pada kemandirian fiskal daerah. Hal ini dinilai sebagai kunci utama untuk
menjamin kesejahteraan ekonomi masyarakat di seluruh pelosok Indonesia secara
berkelanjutan.



















































