Tersandung Masalah Limbah dan Administrasi, 11 Unit SPPG di Mimika Berhenti Beroperasi Sementara

 


TIMIKA, papuamctv.com – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, melakukan penyelidikan mendalam terkait penghentian layanan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil menyusul adanya temuan teknis terkait standar lingkungan dan kendala administratif yang menghambat distribusi gizi bagi siswa di sekolah.


Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 11 unit SPPG di empat distrik terpaksa menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Penghentian ini disebut sebagai bagian dari pembenahan standar operasional prosedur (SOP).


Penghentian sementara ini bukan tanpa alasan. Faktor utama yang mencuat ke permukaan adalah persoalan sanitasi lingkungan dan legalitas yayasan. Berikut rincian penyebabnya:


  • Masalah IPAL: 8 SPPG terkendala sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah yang belum memadai.
  • Kendala Administrasi: 3 SPPG mengalami masa transisi atau pergantian yayasan pengelola.

Secara geografis, sebaran unit yang terdampak meliputi Distrik Mimika Baru (3 unit), Distrik Wania (4 unit), Distrik Kuala Kencana (3 unit), dan Distrik Mimika Timur (1 unit).


Ketua Satgas MBG Mimika, Emanuel Kemong, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk melakukan investigasi lapangan. Ia mengakui bahwa informasi mengenai mandeknya layanan tersebut awalnya justru diketahui melalui laporan media.


“Saya mendapatkan informasi layanan MBG berhenti juga dari media. Hari ini kami rapat dengan tim untuk membahas hal itu agar tidak merembet ke yang lain,” ujar Emanuel yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Mimika di Timika, Senin (13/4/2026).


Emanuel menegaskan bahwa Satgas akan memastikan kebenaran di lapangan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. “Saya belum bisa berkomentar lebih jauh sebelum melihat langsung di lapangan. Kami akan cek apa yang menjadi penyebab SPPG berhenti beroperasi,” katanya.


Saat ini, terdapat total 18 unit SPPG yang telah berdiri di wilayah Kota Timika. Meski demikian, cakupan program nasional Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Mimika belum menyentuh seluruh wilayah secara merata.


Sejauh ini, layanan baru menjangkau sekolah-sekolah di area perkotaan Timika. Sementara itu, wilayah pesisir pantai dan pegunungan Mimika hingga kini belum masuk dalam target jangkauan program nasional tersebut. Satgas berkomitmen untuk segera menyelesaikan kendala teknis ini agar hak gizi para siswa tidak terganggu lebih lama.

 

Postingan Terbaru