Tingkatkan Daya Saing SDM Papua, 277 Peserta Ikuti Pelatihan AI Bersertifikat Internasional di Timika







TIMIKA, papuamctv.com - Grasberg Academy bekerjasama dengan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua dan didukung penuh oleh PT. Freeport Indonesia menyelenggarakan kegiatan Program Pelatihan "AI Ignition Road To Timika” yang berlangsung di Hotel Diana, Jalan Budi Utomo, pada Kamis, 30 April 2026.


Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. Velix V. Wanggai, S.IP., M.P.A. selaku Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Turut hadir Claus Wamafma sebagai perwakilan dari PT Freeport Indonesia, Yoshua Gombo, Ph.D (Robotic & AI Engineer), Elviliana Y. Watopa, M.B.A., serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Mimika yang diwakili oleh Asisten I Drs. Ananias Faot, M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 277 peserta pelatihan.


Dalam sambutannya, Dr. Velix V. Wanggai menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan kecerdasan buatan (AI) bagi masyarakat Mimika. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi generasi muda dan pelaku usaha, dalam memahami serta memanfaatkan teknologi digital di era modern. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.


Lebih lanjut, Velix Wanggai menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari gerakan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan berbagai lembaga. Pendekatan kolaboratif dinilai penting untuk mendorong percepatan transformasi pembangunan di tanah Papua, mengingat keterbatasan pemerintah dalam menjangkau seluruh aspek pembangunan secara mandiri.


Ia juga menegaskan bahwa masyarakat saat ini hidup di era digital, di mana kecerdasan buatan menjadi salah satu inovasi utama yang harus dimanfaatkan. Oleh karena itu, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan terobosan baru, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua agar lebih kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


Selain itu, dijelaskan bahwa Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua merupakan lembaga yang dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua. Lembaga ini memiliki peran dalam melakukan sinkronisasi, harmonisasi, koordinasi, serta evaluasi percepatan pembangunan di Papua, dengan menekankan kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan mitra strategis, termasuk sektor swasta dan mitra internasional.


Dalam kegiatan ini juga disampaikan bahwa seluruh peserta pelatihan akan memperoleh sertifikat internasional sebagai nilai tambah dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing di dunia kerja.


Perwakilan PT Freeport Indonesia, Engel Enok, menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus mendukung program pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Ia berharap kegiatan ini dapat berlanjut ke tahap berikutnya dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.


Pada kesempatan yang sama, Velix Wanggai juga memaparkan perkembangan alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Ia menjelaskan bahwa sempat terjadi penurunan alokasi dana, namun pemerintah pusat melalui arahan Presiden telah memutuskan untuk mengembalikan sebagian alokasi tersebut kepada enam provinsi di tanah Papua.


Keputusan ini telah ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Kementerian Keuangan, dengan rencana penyaluran kembali dalam waktu dekat. Pemerintah juga menekankan pentingnya penerapan quality spending, yaitu penggunaan anggaran yang lebih berkualitas, terukur, dan tepat sasaran.


Fokus penggunaan dana Otsus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta penguatan tata kelola pemerintahan. Selain itu, pemerintah tengah menyusun roadmap percepatan pembangunan Papua dengan target terukur, seperti penurunan angka kemiskinan dan peningkatan partisipasi pendidikan.


Sebagai bagian dari komitmen bersama, pemerintah dan mitra strategis, termasuk PT Freeport Indonesia, juga merencanakan pembangunan perguruan tinggi dan z sakit bertaraf internasional di Papua Tengah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan akses layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Papua. (MR)

Postingan Terbaru