Diskop UMKM Mimika Bina 1.850 Pelaku Usaha, Dorong Inovasi Produk Unggulan
Pada
08 Mei, 2026
TIMIKA – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop UMKM) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, terus berkomitmen memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembinaan intensif. Tercatat, sebanyak 1.850 pelaku UMKM di wilayah tersebut kini berada di bawah naungan pembinaan pemerintah daerah.
Kepala Dinas UMKM Mimika, Samuel Yogi, menyatakan bahwa ribuan pelaku usaha tersebut merupakan gabungan dari masyarakat Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP (masyarakat Nusantara).
"Data kami pada tahun 2023 mencatat ada 1.850 pelaku UMKM binaan. Untuk tahun 2024 ini, kami akan segera melakukan pembaharuan data agar penyaluran program lebih tepat sasaran," ujar Samuel di Timika, Jumat.
Dari total 1.850 pelaku usaha tersebut, komposisinya terdiri dari 1.000 pelaku usaha masyarakat Nusantara. dan 850 pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP).
Samuel menjelaskan bahwa proses pembinaan dilakukan secara bertahap mengingat besarnya jumlah peserta. Strategi ini diambil agar penyampaian materi dan pendampingan berjalan lebih efektif dan mendalam. Bentuk pembinaan yang diberikan meliputi sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) yang fokus pada peningkatan pemahaman manajerial serta kualitas produksi.
Sebagai langkah nyata perluasan wawasan, pada tahun 2023 lalu, Dinkop UMKM Mimika telah memberangkatkan 15 pelaku usaha terpilih untuk mengikuti sosialisasi di Bali.
"Harapannya, pengetahuan mereka semakin luas sehingga mampu mendorong produktivitas dan standar hasil usaha di Mimika," tambahnya.
Kabupaten Mimika saat ini memiliki sekitar 100 jenis usaha unggulan. Para pelaku UMKM mulai menunjukkan tren positif dengan melakukan variasi olahan produk untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal.
Beberapa produk unggulan yang menjadi ikon Mimika antara lain: Kategori Produk Jenis Usaha Unggulan yaitu Kerajinan tangan, rajutan Noken dan Ukiran Kayu, Olahan Pangan seperti Keripik Sagu (Inovasi Sagu), dan Minuman Kesehatan seperti Teh Mangrove dan Olahan Buah Merah.
"Saat ini pelaku UMKM kita mulai kreatif melakukan variasi olahan. Contohnya, bahan baku sagu yang kini sudah banyak diolah menjadi keripik sagu. Inovasi-inovasi seperti inilah yang terus kami dorong agar produk Mimika mampu bersaing di pasar yang lebih luas," tutup Samuel.












