Layanan Kesehatan Pesisir Sentuh Jantung Masalah, Bupati Mimika Apresiasi Langkah PKK dan IDI



TIMIKA, papuamctv.com — Pemerintah Kabupaten Mimika terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di wilayah pesisir dan distrik terpencil. Langkah taktis yang diambil oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika dengan menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam mendeteksi dini risiko kehamilan, mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan daerah.


Usai menghadiri Workshop Penguatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Mimika pada Rabu (20/5/2026), Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan terobosan penting yang menjawab tantangan pelayanan kesehatan di lapangan.


Dalam kunjungan kerja ke wilayah pesisir baru-baru ini, tim gabungan tersebut berhasil mengidentifikasi dua kasus berisiko pada ibu hamil yang membutuhkan penanganan khusus. Menurut Bupati, kehadiran dokter spesialis dan pengurus PKK tidak hanya memberikan pelayanan langsung, tetapi juga menyelesaikan masalah mendasar terkait pemanfaatan fasilitas medis di Puskesmas.


"Saya kira ini sesuatu yang baik. Tadi saya sampaikan dalam sambutan, kita punya banyak fasilitas kesehatan yang sudah lengkap, seperti alat USG untuk ibu hamil di Puskesmas-Puskesmas. Namun, kendalanya selama ini adalah tenaga medis di sana belum memiliki keahlian khusus untuk mengoperasikan alat tersebut," ujar Johannes Rettob saat diwawancarai awak media.


Bupati Johannes Rettob menambahkan, nilai lebih dari program kolaborasi ini adalah adanya unsur edukasi dan transfer pengetahuan (transfer of knowledge) kepada tenaga kesehatan lokal yang bertugas di garda terdepan.


"Dengan adanya kunjungan IDI bersama tim PKK, saya memberikan apresiasi tinggi karena mereka turun ke lapangan sekaligus memberikan pelatihan langsung kepada para bidan. Ini penting agar fasilitas yang sudah dibeli negara dapat digunakan secara maksimal untuk masyarakat," tuturnya.


Dampak positif dari program ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di kampung-kampung pesisir Mimika. Johannes membeberkan bahwa tingkat kesadaran warga, khususnya ibu hamil, terhadap kesehatan janin melonjak signifikan pasca-kunjungan tersebut.


Jika sebelumnya masyarakat cenderung pasif terhadap pemeriksaan kehamilan modern, kini pemikirannya telah berubah ke arah yang lebih maju.


"Sekarang orang-orang di kampung sudah mulai bertanya. Kalau dulu mereka tidak ambil pusing. Sekarang mereka sudah bisa bertanya ke petugas, 'Bapak Dokter, anak saya laki-laki atau perempuan?' Nah, ini menunjukkan sudah ada peningkatan pemahaman. Mereka sudah mulai mengerti pentingnya pemeriksaan kehamilan," pungkas Bupati Mimika dengan nada optimis.


Melalui penguatan status BLUD Puskesmas yang tengah digodok Dinas Kesehatan serta kolaborasi aktif lintas organisasi seperti IDI dan PKK, Pemkab Mimika berharap angka kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut dapat ditekan secara signifikan. (HK)

 

Postingan Terbaru