Pengabdian Tanpa Pamrih Kader Posyandu Migiwia: Menjemput Asa di Tengah Keterbatasan Fasilitas



KOKONAO, papuamctv.com – Kehadiran Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika di Distrik Mimika Barat pada Senin (18/05/2026) membawa angin segar sekaligus harapan baru bagi para penggerak kesehatan di lini terdepan. Di tengah keterbatasan geografis dan fasilitas, para kader Posyandu tetap menunjukkan loyalitas tinggi demi memastikan tumbuh kembang generasi penerus Mimika tetap terjaga.


Salah satu potret dedikasi itu terpancar dari Dominika Tareyaipa, seorang kader Posyandu veteran asal Kampung Migiwia. Selama bertahun-tahun, Dominika setia mengabdi tanpa pamrih. Di balik senyumnya yang ramah, ia adalah jangkar kesehatan bagi ibu hamil dan balita di kampungnya.


Distrik Mimika Barat membawahi tujuh kampung, yakni Atapo, Kiura, Mimika, Migiwia, Kokonao, Apuri, dan Aparuka. Guna menyiasati tantangan wilayah, pelayanan Posyandu di distrik ini diterapkan dengan sistem jadwal bergilir setiap bulannya, yang biasanya dimulai pada pertengahan bulan, sekitar tanggal 17 ke atas.


"Kami di Distrik Kokonao sini ada tujuh kampung. Kalau ada kegiatan Posyandu, kami pakai sistem jadwal. Hari ini di Kiura, besok di Kampung Mimika, dan tanggal 20 besok giliran kami di Migiwia. Dari kami nanti pindah ke Kokonau, selanjutnya ke Apuri," ujar Dominika saat ditemui di sela-sela kegiatan kunjungan TP PKK.


Sebagai kader yang biasanya bertugas di meja penimbangan anak, Dominika mengaku kondisi kesehatan dan berat badan anak-anak di wilayahnya cukup bervariatif. "Ada yang bagus, ada yang kurang bagus. Tugas kami sebagai kader adalah memastikan mereka semua terpantau," lanjutnya.


Kunjungan kerja TP PKK Kabupaten Mimika kali ini terasa sangat spesial bagi warga setempat. Pasalnya, rombongan turut membawa tim medis, termasuk dokter spesialis yang melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk layanan ultrasonografi (USG) bagi ibu hamil. Kehadiran dokter spesialis merupakan momen langka di wilayah ini.


"Saya menyampaikan terima kasih banyak. Selama ini setiap kali Posyandu tidak pernah ada dokter, hanya petugas kesehatan biasa yang bekerja sama dengan kami para kader. Dengan adanya dokter hari ini, ibu-ibu hamil bisa langsung diperiksa bahkan bisa tahu jenis kelamin bayinya lewat USG. Ini luar biasa bagus," ungkap Dominika dengan nada haru dan bangga.


Dominika juga menceritakan bagaimana kedekatan kader dengan masyarakat membuat tingkat partisipasi warga sangat tinggi. Kesadaran ibu hamil dan orang tua balita di wilayah tersebut tergolong cepat tanggap terhadap instruksi kader.


"Kalau kami informasikan hari ini ada Posyandu, mereka cepat datang. Tapi kalau ada yang terlambat, sudah jadi tugas kami untuk jalan kaki, jemput dan panggil mereka dari rumah ke rumah," tuturnya.


Meski semangat kader tergolong tinggi, Dominika tidak menampik adanya kendala fasilitas yang menghambat optimalisasi pelayanan di lapangan. Beberapa kebutuhan dasar Posyandu dinilai masih sangat minim.


"Kekurangan kami di sini meliputi perlengkapan dasar seperti kursi, meja, dan alat timbangan anak. Untuk pengukur panjang badan memang ada, tapi kain timbangan untuk bayi saat ini kami tidak punya," bebernya.


Menyambut pelantikan pengurus TP PKK yang baru pada esok hari, Dominika menaruh harapan besar agar kepengurusan yang baru dapat lebih memperhatikan nasib dan fasilitas penunjang para kader di distrik-distrik terjauh.


Selain pemenuhan alat kesehatan, Dominika juga menyelipkan satu permohonan sederhana namun bermakna besar bagi harga diri dan identitas mereka sebagai kader, yaitu pengadaan seragam resmi. Selama ini, mereka kerap mengenakan pakaian seadanya saat bertugas, berbeda dengan kader dari kampung lain yang sudah memiliki seragam sendiri.


"Kami mohon tolong lengkapi kekurangan kami. Khusus untuk kami para kader, kami sangat merindukan pakaian kostum atau seragam. Selama ini kami pakai baju rapi yang ada saja, baju cakar bongkar (pakaian layak pakai) tapi tetap kami usahakan rapi. Kami lihat kader di Desa Mimika kemarin sudah dapat seragam, sedangkan kami dari kampung lain belum ada. Semoga pengurus PKK yang baru bisa mewujudkan kerinduan kami ini," pungkas Dominika penuh harap. _HK

 

Postingan Terbaru