Perkuat Kapasitas Fiskal, Bupati Mimika Dorong Digitalisasi dan Transparansi Pendapatan Daerah
TIMIKA, papuamctv.com — Pemerintah
Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk memacu kemandirian fiskal melalui
pengelolaan pendapatan daerah yang transparan, efektif, dan berbasis digital.
Langkah strategis ini dinilai krusial demi menjaga keberlanjutan pembangunan
dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Amungsa Bumi Kamoro.
Hal tersebut ditegaskan oleh
Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi
Khusus (Rakorsus) Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2026, didampingi Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, serta Sekda Mimika Dr. Abraham Kateyau. Kegiatan ini
berlangsung di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika, Jalan Yos
Sudarso, Senin (18/05/2026).
Dalam arahannya, Bupati Johannes
menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dinamis antara pos pendapatan dan
belanja daerah. Menurutnya, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) yang sehat tercermin dari kemampuan daerah memprioritaskan optimalisasi
potensi lokal tanpa mengabaikan efisiensi belanja belanja pemerintah.
“Pendapatan dan belanja merupakan
dua sisi yang harus dijaga keseimbangannya. APBD yang baik adalah apabila sisi
pendapatannya meningkat seiring optimalisasi seluruh potensi daerah,” ujar
Johannes.
Ia juga menambahkan bahwa
efisiensi dan ketepatan sasaran dalam pengelolaan belanja daerah menjadi kunci
utama agar roda pembangunan di Kabupaten Mimika dapat berjalan secara optimal.
Guna mewujudkan tata kelola
pemerintahan yang bersih dan akuntabel, Bupati Johannes menyoroti urgensi
penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-government.
Terkait hal ini, ia meminta Bank Papua Cabang Timika, selaku bank persepsi kas
daerah, untuk terus bersinergi dengan Bapenda dan seluruh Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) pengelola pendapatan.
Dukungan tersebut diharapkan
mewujud dalam perluasan dan penguatan layanan pembayaran daring (online
payment). Sistem digital yang sejatinya telah dirintis sejak tahun 2018
bersama sejumlah perbankan dan Kantor Pos ini harus terus ditingkatkan mutunya.
“Kerja sama ini merupakan langkah
untuk merespon perkembangan penyelenggaraan pemerintahan menuju tata kelola
pemerintahan yang lebih baik, sekaligus mendekatkan pelayanan kepada
masyarakat,” jelasnya.
Selain digitalisasi loket
pembayaran, Johannes juga menginstruksikan pentingnya melakukan rekonsiliasi
data antarbank secara berkala bersama Bank Papua selaku pemegang Rekening Kas
Umum Daerah (RKUD). Langkah ini dinilai fatal guna memastikan seluruh arus
pendapatan daerah terdokumentasi secara transparan dan akuntabel.
Pada kesempatan tersebut, Bupati
turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada mitra strategis pemerintah daerah,
mulai dari Bank Papua, Bank Mandiri, BNI, BRI, Kantor Pos, hingga Samsat
Mimika. Kolaborasi multi-pihak ini dinilai telah menjadi pilar penyokong
stabilitas pengelolaan pendapatan daerah selama ini.
Di akhir sambutannya, Johannes
menaruh harapan besar agar Rakorsus ini menghasilkan gagasan-gagasan
konstruktif dan inovasi segar dari seluruh peserta rapat.
“Semoga apa yang kita lakukan
hari ini menjadi landasan terciptanya kapasitas fiskal yang kuat pada
tahun-tahun mendatang,” pungkas Johannes sebelum membuka acara secara resmi.
Peningkatan Pendapatan Asli
Daerah (PAD) bukanlah beban satu OPD semata, melainkan tanggung jawab kolektif.
Melalui forum Rakorsus 2026 ini, Pemkab Mimika kembali memperkuat sinergi,
mempercepat digitalisasi, serta merancang regulasi yang ramah investasi demi
menghadirkan kemudahan pelayanan bagi masyarakat. Bersama tata kelola yang
optimal dan berintegritas, Mimika bergerak mantap menuju daerah yang mandiri,
maju, dan sejahtera.
















