Peringati Hardiknas, Bunda PAUD Mimika Tekankan Optimalisasi Golden Age Menuju Indonesia Emas 2045

 


TIMIKA, papuamctv.com – Bunda PAUD Kabupaten Mimika, Susana S. Herawati Rettob, menekankan pentingnya peran strategis Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dipusatkan di TK PAUD Kasih Amuro, Timika, Sabtu (2/5/2026).


Acara yang diinisiasi oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Mimika ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Ketua TP PKK Mimika, perwakilan Dinas Pendidikan, Kepala BNN Kabupaten Mimika, serta pengurus yayasan dan para praktisi pendidikan.


Dalam sambutannya, Susana S. Herawati Rettob memberikan apresiasi tinggi kepada IGTKI atas konsistensinya dalam memajukan dunia pendidikan di Mimika. Ia mengingatkan bahwa masa usia dini (0-6 tahun) merupakan golden age atau periode emas, di mana perkembangan otak anak mencapai 80 persen.


"PAUD menempati posisi yang sangat strategis. Ini adalah titik awal bagi masa depan anak-anak kita. Target kita adalah memastikan seluruh anak di Mimika mendapatkan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, gizi, serta perlindungan yang berkualitas secara merata," ujar Bunda PAUD Mimika.


Seiring menjamurnya lembaga PAUD di Mimika, Susana menyoroti tantangan peningkatan mutu. Menurutnya, pertumbuhan kuantitas harus selaras dengan kualitas penyelenggaraan yang berkelanjutan demi menjamin lingkungan belajar yang aman dan inspiratif.


Dok. Kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional di TK Kasih Amuro, Sabtu (02/05/2026). Foto : Titin


Ia juga mendorong IGTKI sebagai organisasi profesi independen untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kompetensi para guru. "Zaman berubah cepat, anak-anak sekarang jauh lebih kritis dengan adanya media informasi yang canggih. Kurikulum harus tetap relevan dan mampu mengikuti perkembangan zaman," imbuhnya.


Menghadapi pesatnya arus digitalisasi, Bunda PAUD menitipkan pesan khusus kepada para pendidik untuk fokus pada pembentukan karakter. Guru diharapkan mampu membekali anak didik dengan nilai-nilai budaya dan moral sebagai filter terhadap pengaruh negatif teknologi.


Di akhir narasinya, Susana mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bekerja dengan tulus hati demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.


"Saya berharap IGTKI terus memperkuat sinergi, bekerja solid, dan tidak henti-hentinya berinovasi. Mari kita siapkan generasi penerus yang siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan," pungkasnya. (HK)

 

Postingan Terbaru