Perkuat Ketahanan Pangan, Distanbun Mimika Fokus Validasi Lahan dan Targetkan Swasembada dari Kampung

 


TIMIKA, papuamctv.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudharmono, SP., M.Si., menegaskan komitmennya untuk melakukan akselerasi pembangunan pertanian mulai dari tingkat kampung. Langkah ini diambil guna mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan nasional serta mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat lokal.


Dalam keterangannya pada Senin (04/05/2026), Abdul Haris menyampaikan bahwa agenda prioritas tahun ini adalah memastikan kesiapan lahan dan petani (Calon Petani Calon Lahan/CPCL) sebelum program strategis dari pemerintah pusat maupun provinsi diturunkan.


Belajar dari pengalaman kegagalan pembukaan lahan di daerah lain di masa lalu, Distanbun Mimika kini lebih selektif dan proaktif. Abdul Haris secara rutin turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi kesiapan lahan.


"Saya harus pastikan lahan dan petaninya tersedia. Kita tidak mau terjadi proyek mangkrak seperti yang pernah terjadi di Kalimantan Selatan. Jika lahan ribuan hektare dicetak tapi petaninya tidak ada, itu akan menjadi temuan dan pemborosan anggaran," tegas Abdul Haris.


Ia menambahkan bahwa blusukan yang dilakukannya, bahkan di hari libur, bertujuan untuk mendapatkan bahan evaluasi yang akurat bagi jajarannya. "Saya tidak mau hanya menunggu laporan di meja. Saya turun mendahului untuk mendengar langsung keluhan masyarakat agar program yang kita susun tepat sasaran dan tepat guna," ujarnya.


Kabupaten Mimika bersama Nabire ditunjuk menjadi daerah prioritas pengembangan komoditas perkebunan dan hortikultura di Provinsi Papua Tengah. Beberapa program besar yang siap dilaksanakan antara lain:


  • Penanaman 1 Juta Bibit Kopi: Program Gubernur Papua Tengah yang akan difokuskan di Distrik Agimugah.
  • Pengembangan 200 Hektare Komoditas Strategis: Proyek dari pemerintah pusat yang mensyaratkan status lahan harus Clean and Clear.
  • Hilirisasi Produk Lokal: Transformasi buah merah menjadi kapsul serta pembuatan keripik salak dan nangka untuk memberdayakan UMKM.

"Untuk kopi, kami sudah usulkan di Agimugah sesuai ketersediaan lahan yang disampaikan pimpinan daerah. Tim kami juga akan segera ke Jawa untuk bimbingan teknis pengolahan hasil guna meningkatkan nilai tambah produk lokal," jelasnya.


Menghadapi event nasional Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan di Gorontalo pada Juni mendatang, Distanbun Mimika telah melakukan persiapan matang. Mimika diproyeksikan kembali menjadi representasi utama Provinsi Papua Tengah.


Di sisi lain, terkait distribusi pupuk bersubsidi, Abdul Haris mengingatkan bahwa penyaluran dilakukan berdasarkan Kartu Tani sesuai kuota pusat melalui distributor resmi di SP1. Untuk mendukung petani, Dinas juga menyediakan bantuan benih, bibit, alat pertanian, hingga obat-obatan melalui pengajuan proposal kelompok tani.


Menutup keterangannya, Plt Kadistanbun menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, terutama dengan Dinas Ketahanan Pangan. Ia berharap pemerintah daerah memberikan dukungan anggaran yang memadai, terutama untuk biaya distribusi ke wilayah pedalaman dan penyediaan gudang penyimpanan.


"Tugas kami adalah meningkatkan produksi. Namun, apalah artinya produksi melimpah jika tidak menjadi uang bagi petani. Di sinilah peran Dinas Ketahanan Pangan untuk membantu pemasaran dan distribusi. Kami ingin pembangunan ini dimulai dari kampung, sesuai visi Bupati dan Wakil Bupati untuk menyejahterakan masyarakat, terutama mama-mama Papua," pungkasnya.


Dengan penguatan koordinasi antara 10 penyuluh pusat, 7 penyuluh CPNS, dan para penyuluh pendamping yang telah tersebar di berbagai distrik, Distanbun optimistis produktivitas pertanian Mimika akan meningkat signifikan di tahun 2026. - TR

 

Postingan Terbaru