Geliat UMKM Mimika di Penas XVII Gorontalo: Olahan Ayam "Allwa" Bidik Pasar Indonesia Timur
GORONTALO – Pekan Nasional
(Penas) Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo menjadi panggung unjuk gigi bagi
para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai penjuru tanah
air. Salah satu yang mencuri perhatian di stan pameran Kabupaten Mimika adalah
kehadiran produk kuliner lokal asal Timika, Papua Tengah, yang mengusung brand
"Allwa".
Produk frozen food
(makanan beku) berbasis olahan ayam ini merupakan hasil kreativitas kelompok
UMKM Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Distrik Wania. Dipimpin oleh Rohipun
Katrina, kelompok yang baru berusia satu tahun ini sukses memproduksi beragam
varian, mulai dari dimsum, chicken roll, cireng, nugget, siomay, hingga
inovasi unik seperti ayam retort, ceker, dan keripik usus.
"Produk ini menjadi produk
unggulan kami setelah satu tahun UMKM BKMT Distrik Wania dibentuk. Melalui
ajang Penas XVII ini, kami berharap produk dari Kabupaten Mimika bisa dikenal
secara luas dan diminati masyarakat nasional," ujar Katrina saat ditemui
di stan pameran, Jumat (19/6/2026).
Di tengah ketatnya persaingan
bisnis kuliner, Allwa menawarkan keunggulan pada kualitas kemasan yang higienis
serta jaminan standar halal, meski diproduksi dengan metode yang sederhana.
Katrina menjelaskan, produk ini didesain sebagai solusi praktis bagi masyarakat
urban yang sibuk.
"Kami menyiapkan frozen
food ini untuk memudahkan masyarakat yang bekerja. Mereka bisa menyajikan
aneka olahan ayam yang lezat untuk keluarga secara cepat tanpa membuang
waktu," tambahnya.
Langkah maju UMKM ini tidak lepas
dari intervensi Pemerintah Daerah melalui Dinas Peternakan Kabupaten Mimika.
Dukungan berupa pelatihan, fasilitas produksi, hingga kesempatan promosi di
ajang nasional seperti Penas diakui Katrina meningkatkan kepercayaan diri para
perajin untuk terus berinovasi dan memperluas jangkauan pasar.
Saat ini, distribusi produk Allwa
memang masih berfokus di wilayah Timika. Namun, pasca-Penas XVII, kelompok ini
membidik target ekspansi yang lebih masif. "Target terdekat kami bisa
menyisir seluruh wilayah Papua Tengah, dan ke depan, insyaAllah bisa merambah
pasar Indonesia Timur secara menyeluruh. Target besar kami, dua tahun lagi
sudah memiliki pabrik sendiri," tegas Katrina optimistis.
Dampak ekonomi dari usaha
kolektif ini mulai dirasakan nyata oleh anggota komunitas. Banyak ibu-ibu rumah
tangga dan warga binaan di Distrik Wania yang kini menggantungkan pendapatan
mereka dari ekosistem Allwa, baik sebagai tim produksi di "Dapur Allwa"
maupun sebagai jaringan reseller dan agen. Gaji yang diterima mampu
membantu menopang kebutuhan dapur dan finansial keluarga sehari-hari.
Ketika ditanya mengenai rahasia
solid dan semangatnya para ibu-ibu BKMT, Katrina tersenyum. Ia menceritakan
bahwa bisnis ini bermula dari hobi dan cinta terhadap dunia kuliner.
"Awalnya karena saya suka
dapur, suka panci, dan suka makan yang enak-enak. Dari situ, teman-teman mulai
kumpul, masak bareng, ternyata ada nilai ekonominya. Begitu dijual dan
menghasilkan uang, semua jadi tambah semangat. Moto kami sederhana: Katong
senang, katong bahagia, dan katong dapat uang," selorohnya disambut
tawa.
Potensi besar UMKM binaan Dinas
Peternakan Mimika ini pun mendapat apresiasi langsung dari jajaran pimpinan
daerah. Dalam dokumentasi kegiatan, tampak Ibu Bupati dan Ibu Wakil Bupati
Mimika turut hadir langsung di stan pameran untuk membeli sekaligus mencicipi
langsung camilan Allwa, memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah daerah siap
mengawal produk lokal Papua Tengah ini menuju pasar nasional. (HK)


















