Genjot Inovasi Pertanian, Dinas Pertanian Mimika Adopsi Benih Unggul dan Rencana Modernisasi Produk Lokal di PENAS Gorontalo
GORONTALO, papuamctv.com – Dinas
Pertanian Kabupaten Mimika berkomitmen kuat untuk membawa perubahan nyata bagi
sektor pertanian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bumi
Cenderawasih. Langkah strategis ini ditegaskan dalam partisipasi aktif mereka
pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan yang digelar di Gorontalo.
Ajang empat tahunan ini
dimanfaatkan secara optimal oleh jajaran Dinas Pertanian Mimika sebagai wadah
menyerap ilmu baru, mengadopsi inovasi teknologi, serta memperkuat sinergi
antar-daerah guna memajukan pertanian di Timika.
Salah satu capaian penting dalam
kunjungan ini adalah ditemukannya inovasi benih padi varietas unggul yang
dipamerkan oleh petani lokal Gorontalo. Benih ini terbukti mampu mendongkrak
produktivitas lahan secara signifikan.
Plt. Kepala Dinas Pertanian
Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudharmono, SP., M.Si., mengungkapkan bahwa
inovasi ini menjadi angin segar yang siap diadopsi untuk wilayah Mimika.
"Di sini ada petani yang
memamerkan benih padi dengan hasil panen mencapai dua kali lipat. Jika
normalnya hanya menghasilkan 6 hingga 7 ton per hektar, benih unggul ini mampu
memproduksi 10 sampai 12 ton per hektar. Saya sudah instruksikan petani kita
untuk membawa benih tersebut agar bisa dikembangkan dan diuji adaptasinya di
Timika," ujar Abdul Haris saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Selain berburu inovasi dari luar,
stan Dinas Pertanian Mimika juga sukses mencuri perhatian para pengunjung PENAS
Gorontalo melalui produk-produk unggulan lokalnya. Komoditas endemik Papua
seperti buah merah (bunga merah) dan daun gatal menjadi primadona yang paling
diminati.
Abdul Haris menjelaskan,
antusiasme pengunjung sangat tinggi, baik untuk membeli langsung maupun
menjajaki peluang kerja sama. Namun, ia juga menyoroti tantangan tata kelola
niaga, di mana produk minyak buah merah selama ini sudah merambah pasar
internasional via online, tetapi belum tercatat sepenuhnya oleh pemerintah.
Melihat potensi besar tersebut,
Dinas Pertanian Mimika berencana melakukan langkah modernisasi dan inovasi
kemasan, khususnya untuk komoditas daun gatal.
"Daun gatal ini peminatnya
sangat tinggi. Ke depan, kita harus berinovasi agar penggunaannya bisa sesimpel
mungkin, misalnya diolah menjadi bentuk minyak gosok pada umumnya agar lebih
praktis bagi konsumen," tambahnya.
Kegiatan PENAS kali ini juga
membuahkan sinergi yang positif antar-pemerintah daerah. Delegasi Mimika
mendapatkan sambutan hangat dari pemerintah setempat, termasuk jamuan khusus
dari Ketua DPRD Provinsi Gorontalo. Dalam pertemuan tersebut, pihak Gorontalo
menyatakan ketertarikannya untuk melakukan studi banding ke Timika terkait tata
kelola sektor pertambangan emas.
Kesuksesan kehadiran Mimika di
ajang ini tidak lepas dari perhatian jajaran eksekutif daerah. Acara ini turut
ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Mimika serta Ibu Ketua PKK Mimika.
Menutup keterangannya, Abdul
Haris menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim pendamping dan petani
yang telah berjuang, serta berharap dukungan penuh dari jajaran Pemerintah
Kabupaten Mimika terus mengalir.
"Kegiatan PENAS ini adalah
momentum langka yang hanya ada empat tahun sekali. Saya berharap sekembalinya
ke Timika, para pendamping dan petani bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat
dan mengedukasi pelaku UMKM binaan kita. Kami juga berharap Bapak Bupati, Bapak
Wakil Bupati, serta jajaran PKK terus mendukung KTNA dan petani Mimika, agar
pada PENAS berikutnya kita bisa hadir dengan persiapan yang lebih matang dan
menampilkan produk unggulan yang lebih menonjol," pungkasnya.
Partisipasi dalam PENAS Gorontalo
ini diharapkan menjadi titik balik krusial bagi modernisasi pertanian di
Mimika—mulai dari pelipatan hasil panen padi hingga hilirisasi produk herbal
lokal yang bernilai ekonomi tinggi. (HK)

















