Realisasi Anggaran Minim, Pj Sekda Mimika Instruksikan OPD Pacu Akselerasi Fisik dan Keuangan



TIMIKA, papuamctv.com – Memasuki pengujung semester pertama tahun anggaran 2026, rapot serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika rupanya masih jauh dari target. Menanggapi rapor merah tersebut, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Abraham Keteyau, bergerak cepat dengan menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera melakukan akselerasi radikal pada pelaksanaan program kerja, baik dari sisi realisasi fisik maupun keuangan.


Arahan tegas ini disampaikan langsung oleh Abraham saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (29/06/2026).


Di hadapan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), Abraham membeberkan data performa makro keuangan daerah yang dinilai belum bergerak optimal. Hingga akhir Juni 2026, realisasi keuangan Pemkab Mimika tercatat baru menyentuh angka 17 persen, sedangkan untuk progres pekerjaan fisik baru merangkak di kisaran 25 persen.


“Hingga hari ini progres keuangan kita baru sekitar 17 persen, sementara realisasi fisik sekitar 25 persen. Artinya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Ini menunjukkan pelaksanaan sejumlah program pembangunan belum berjalan optimal sesuai timeline yang direncanakan,” ujar Abraham dengan nada penuh penekanan.


Keterlambatan ini rupanya memicu perhatian serius dari Bupati Mimika. Abraham menegaskan bahwa kepala daerah memantau ketat performa masing-masing OPD dan meminta para pimpinan satker tidak lagi berada dalam zona nyaman. Seluruh pimpinan OPD didesak segera merumuskan langkah taktis guna mengejar ketertinggalan agar target pembangunan tidak meleset dari jadwal.


Secara khusus, Abraham mengingatkan agar perangkat daerah memotong jalur birokrasi yang berbelit dan menghentikan kebiasaan menunda kegiatan—terutama bagi program-program yang sebetulnya sudah mengantongi alokasi anggaran matang serta dokumen pendukung yang lengkap.


Mengingat kalender anggaran akan segera memasuki triwulan ketiga, manajemen waktu menjadi krusial. Semester kedua tahun ini akan menjadi pembuktian bagi efektivitas kinerja birokrasi Mimika.


“Kita akan segera memasuki triwulan ketiga. Karena itu, diperlukan koordinasi lintas sektor dan kerja sama yang solid dari seluruh OPD. Ego sektoral harus dikesampingkan agar pelaksanaan kegiatan berjalan maksimal dan output pembangunan daerah dapat langsung dirasakan masyarakat,” kata Abraham.


Kendati menuntut kerja cepat dan performa tinggi (efektif dan profesional) pada paruh kedua tahun ini, Pj Sekda Mimika memberikan catatan tebal terkait aspek hukum. Ia mewanti-wanti agar ambisi mengejar angka realisasi tidak boleh menabrak regulasi.


Akselerasi proyek fisik dan penyerapan anggaran wajib tetap mengedepankan prinsip:

  • Akuntabilitas: Setiap rupiah yang keluar harus dapat dipertanggungjawabkan.
  • Transparansi: Proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara terbuka.
  • Kepatuhan Hukum: Berjalan ketat di bawah koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku guna menghindari potensi deviasi anggaran di kemudian hari.

 

Postingan Terbaru