Sentuhan Inovasi Dekranasda Mimika: Sulap Kerajinan Tradisional Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi di PENAS 17



GORONTALO, papuamctv.com – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026 yang berlangsung di Gorontalo menjadi panggung pembuktian bagi produk-produk kerajinan khas Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kehadiran stan pameran Kabupaten Mimika menyedot perhatian pengunjung, bukan hanya karena keunikan produknya, tetapi juga berkat semangat juang dalam mempromosikan warisan budaya lokal di kancah nasional.

 

Rasa bangga terpancar jelas dari raut wajah Ny. Nur Ifha Karupukaro, Ketua Bidang Kreatif dan Daya Saing Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika. Sebagai perempuan asli Papua dari suku Kamoro, ia turun langsung mengawal dan memasarkan hasil kerajinan tangan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaannya.

 

"Saya selaku Ketua Bidang Kreatif dan Daya Saing sangat senang karena Dekranasda bisa menampilkan produk-produk asli dari Kabupaten Mimika, khususnya karya dari mama-mama kami, Mama Mekamoro, serta lima suku kerabatan lainnya," ujar Ny. Nur Ifha saat diwawancarai di stan pameran PENAS Gorontalo, Sabtu (20/06/2026).

 

Menurutnya, ajang PENAS 17 ini menjadi sarana informasi strategis untuk menunjukkan kepada seluruh Indonesia bahwa Mimika memiliki potensi kerajinan yang luar biasa kokoh dan bernilai estetika tinggi.

 

Produk yang diboyong ke Gorontalo merupakan hasil kurasi dari UMKM yang telah melewati berbagai pelatihan dari Dekranasda. Keunggulan utama produk Mimika terletak pada pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang ramah lingkungan.

 

Di antara komoditas yang dipamerkan meliputi:

  • Kain Ecoprint: Menggunakan bahan pewarna alami yang diekstrak langsung dari tanaman mangrove.
  • Anyaman Tradisional: Tikar dan tas anyaman khas yang otentik.
  • Noken dan Ukiran: Kerajinan tangan ikonik Papua yang sarat akan nilai filosofis.

 

Agar mampu bersaing dengan produk dari wilayah lain di Nusantara, Dekranasda Mimika menerapkan sistem seleksi dan peningkatan mutu (upgrading) yang ketat sebelum produk dibawa ke pameran nasional.

 

"Kami turun langsung ke lapangan untuk mensurvei. Saat pameran akan digelar, kami pilih produk terbaik, lalu kami bawa ke kantor Dekranasda untuk dikemas ulang agar nilainya jauh lebih tinggi. Kami juga melakukan kombinasi, misalnya tas asli Papua dipadukan dengan bahan kulit berkualitas. Inovasi ini memberikan nilai tambah yang signifikan," jelas Ny. Nur Ifha.


Langkah inovatif ini terbukti membuahkan hasil. Ketika produk-produk tersebut laris manis terjual, para pelaku UMKM di daerah menyambutnya dengan penuh kebanggaan dan antusiasme. Dekranasda terus mendorong para perajin untuk tidak monoton dan berani keluar dari pakem tradisional tanpa menghilangkan identitas aslinya.

 

"Kami mengedukasi mereka agar tidak monoton. Noken, misalnya, tidak hanya begitu-begitu saja, tapi kita kreasikan menjadi dompet dengan lapisan yang cantik. Dengan peningkatan kualitas dan kemasan yang bersaing, harga jualnya pun ikut meningkat," tambahnya.

 

Hingga saat ini, keikutsertaan dalam pameran masih menjadi strategi utama Dekranasda Mimika dalam memasarkan produk binaan. Namun, langkah strategis yang lebih besar telah disiapkan untuk menjamin keberlanjutan ekonomi kreatif di Mimika.

 

Dekranasda Mimika kini telah memiliki kantor resmi yang terletak di kawasan Jalan SP2–SP5. Gedung ini diproyeksikan akan bertransformasi menjadi pusat inovasi bagi masyarakat Mimika.

 

"Rencana ke depan, kami akan membangun Rumah Kreasi di gedung tersebut. Kami dari Dekranasda juga akan terus belajar untuk menjadi mentor yang andal. Rumah Kreasi ini nantinya menjadi wadah bagi para pelaku UMKM binaan untuk mengekspresikan, mengasah kreativitas, dan menginovasikan produk mereka agar siap bersaing di pasar yang lebih luas," pungkas Ny. Nur Ifha optimis. 


Dekranasda Mimika berhasil mengangkat derajat kerajinan lokal ke panggung nasional melalui strategi kurasi yang ketat dan inovasi kreatif. Rencana pembangunan "Rumah Kreasi" menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal secara profesional.(TR)

 

Postingan Terbaru