Tren Car Free Day Mimika Meningkat, KORMI Wacanakan "Mimika Night Sport Tourism"

 


TIMIKA, papuamctv.com – Kesadaran warga Mimika menjadikan olahraga sebagai gaya hidup baru kian tak terbendung. Saban Sabtu pagi, sepanjang Jalan Cendrawasih—mulai dari lampu merah Diana Mall hingga depan Gereja Tiga Raja—berubah menjadi lautan manusia yang antusias memadati area Car Free Day (CFD).

 

Namun, KORMI Kabupaten Mimika tidak ingin berhenti di pagi hari. Menyadari Mimika sebagai kota industri yang hidup dalam ritme kerja (shift) 24 jam, sebuah terobosan baru kini tengah digodok: Mimika Night Sport Tourism.

 

Ketua KORMI Kabupaten Mimika, Dr. Habel Taime, AMKL, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa tren antusiasme warga yang terus melonjak di kuartal pertama dan kedua tahun 2026 ini menjadi bukti bahwa olahraga telah bergeser dari sekadar hobi menjadi kebutuhan dasar.

 

"Puji Tuhan, antusiasme masyarakat kian meningkat. Ini menunjukkan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Olahraga masyarakat melalui CFD ini sudah dianggap sebagai kebutuhan dasar," ujar Habel di sela-sela memantau kegiatan, Sabtu (20/06/2026).

 

Keseruan CFD Mimika kini tidak melulu soal keringat dan senam. Agenda mingguan ini telah bertransformasi menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang menguntungkan.

 

Bukan pemandangan aneh lagi jika warga bisa berolahraga sekaligus mengurus kewajiban daerah. Salah satunya terlihat dari kehadiran stan Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) yang memanfaatkan massa CFD untuk menyosialisasikan PBB dan pajak daerah.

 

Tak kalah menarik, sektor ekonomi mikro pun kecipratan berkah. Sisi kiri dan kanan Jalan Cendrawasih kini menjelma menjadi pasar kaget yang menghidupkan pelaku UMKM lokal.

 

"Manfaat CFD ini sangat luas (multiplier effect). Masyarakat berkumpul dan bersosialisasi, UMKM berkembang pesat, dan instansi pemerintah bisa berkolaborasi langsung menyentuh masyarakat. CFD adalah wadah pemersatu elemen warga," tambah Habel sembari menunjuk keramaian di sekitar area jalan.

 

Menangkap dinamika Mimika sebagai kota industri, KORMI melihat ada kelompok masyarakat yang "terpinggirkan" dari euforia olahraga pagi, yaitu para pekerja malam. Untuk mengakomodasi hal tersebut, konsep olahraga malam berbasis pariwisata sedang dipersiapkan.

 

"Kasihan saudara-saudara kita yang bekerja di malam hari, mereka tidak bisa ikut CFD pagi. Karena itu, kami merencanakan Mimika Night Sport Tourism atau yang kami sebut dengan konsep Bakar Batu," jelasnya.

 

Rencananya, kegiatan malam ini akan mengambil rute yang berbeda, yakni merentang dari depan Petrose hingga depan Diana Mall. Berbeda dengan CFD pagi, regulasi untuk olahraga malam ini dipastikan lebih ramah lalu lintas.

 

"Jalanan tetap dibuka, tidak ditutup. Tim untuk program ini sudah terbentuk, tinggal menunggu lampu hijau dan persetujuan dari Bapak Bupati. Jadi nanti sistemnya dibagi dua (shift): yang kerja malam bisa ikut olahraga pagi, yang kerja pagi bisa menikmati "event" malam hari."

 

Melalui terobosan ini, KORMI Mimika berharap jargon "olahraga sebagai kebutuhan" benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat waktu.

 

"Pesan saya, mari jadikan olahraga sebagai kebutuhan. Kalau kita sehat, kita pasti produktif untuk bekerja membangun Mimika," pungkas Habel.

Postingan Terbaru